Analyzing the Role of Social Media Platform X in Digital Activism: A Case Study of the #IndonesiaGelap
Abstract
Perkembangan media sosial telah mengubah wajah aktivisme, dari aksi fisik di jalan menjadi gerakan digital yang berlangsung di ruang maya. Penelitian ini mengkaji peran platform media sosial X dalam gerakan #IndonesiaGelap, yang mencerminkan respons publik terhadap situasi politik di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus, penelitian ini menganalisis konten digital yang tersebar di platform X untuk mengidentifikasi pola komunikasi, bentuk framing naratif, dan pembentukan legitimasi publik. Data diperoleh dari dokumentasi unggahan pengguna yang relevan dengan tagar #IndonesiaGelap. Analisis tematik menunjukkan bahwa konten yang bersifat emosional, visual, dan simbolik memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Narasi-narasi yang dikemas secara sederhana namun kuat, disebarkan melalui thread, poster digital, dan video, mampu menciptakan resonansi luas. Temuan ini memperlihatkan bahwa media sosial X tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai arena mobilisasi dan pembentukan makna politik secara kolektif. Gerakan #IndonesiaGelap menjadi bukti bahwa aktivisme digital di Indonesia berkembang melalui kekuatan narasi dan dukungan sosial daring.
References
Hakim, S. A., Fitra, M., & Ramadhan, A. (2025). Negosiasi Diplomasi Perdamaian Palestina-Israel : Peran Platform X dalam Mempengaruhi Opini Publik The Role of Platform X in Influencing Public Opinion on the Israel-Palestine Peace Diplomacy Negotiations. 5(2), 246–252.
Hasna, S. (2022). Tindakan Kolektif Masyarakat Jaringan Di Indonesia: Aktivisme Sosial Media Pada Aksi #Gejayanmemanggil. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 25–34. https://doi.org/10.14710/interaksi.11.1.25-34
Hasna, S. (2025). Aktivisme Digital Warganet Muhammadiyah dalam Menyuarakan Isu Krisis Iklim dan Lingkungan Pada Tagar# Milad111Muhammadiyah. Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM), 8(1), 153–170.
Juwita, R. (2017). Media Sosial dan Perkembangan Komunikasi Korporat. Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(1), 47–60. https://doi.org/10.20422/jpk.v20i1.136
Mardini, I., Fz, Y. I., Lena, A., Sari, N. S., Rahman, E. S., Studi, P., & Ilmu, M. (2024). Analisis Framing Pemberitaan Gerakan “ All Eyes on Rafah ” Di Media Sosial Pada Portal Berita Tempo . Co Dan Cnn Indonesia . Com. 6(1), 80–96.
Mutiara, A., Sidik, C. S. A., & Saumi, D. (2021). Fenomena Aktivisme Performatif di Era Digital Fenomena Aktivisme Performatif di Era Digital The Phenomenon of Performative Activism in the Digital Era. March.
Priageng, S. P., Anugrah, A. A., Widodo, A. J., & Wulandari, L. (2024). ANALISIS DINAMIKA AKTIVISME DIGITAL DI INDONESIA : STUDI KASUS #TOLAKPOLITIKDINASTI DALAM MEMBANGUN KESADARAN PUBLIK Silvana Putri Priageng 1* , Abigail Anak Anugrah 2 , Angelic Jovita Widodo 3 , Lia Wulandari 4 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran.” Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 5(10).
Putraji, Z. I. (2022). Aktivisme Twitter: crowdsourcing melalui tagar #100jutamaskerchallenge. Jurnal Komunikasi Profesional, 6(4), 303–319. https://doi.org/10.25139/jkp.v6i4.4521
Wahyuddin, Muhammad Farid, Arianto, Darmadi, & Iskandar. (2025). Pemetaan Aktivisme Digital Studi Netnografi Kampanye #FreePalestine di Media Sosial. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2), 282–299. https://doi.org/10.21009/comm.033.07

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







