Pemaknaan Face Negotiation Karakter Bu Tejo di Film Bu Tejo Sowan Jakarta
Abstract
Penggambaran adaptasi multikultural ibu dari suku dan etnis Jawa yang melakukan bentuk-bentuk face negotiation saat bersosialisasi dengan budaya lain digambarkan melalui karakter Bu Tejo di film Bu Tejo Sowan Jakarta. Bu Tejo direpresentasikan sebagai orang tua Jawa yang low context, yakni cenderung tanpa basa-basi, dan kerap berkonflik terbuka. Hal ini berbeda dengan anggapan masyarakat bahwa orang Jawa memiliki pola komunikasi high context, sehingga penting dan menarik untuk melihat pemaknaan face negotiation pada karakter Bu Tejo di kalangan ibu sebagai orang tua Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan adalah analisis resepsi dengan teori resepsi Stuart Hall sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian ini berakar dari wawancara 4 informan ibu Jawa yang berusia minimal 36 tahun dan memiliki anak dengan usia lebih atau sama dengan 19 tahun. Diperoleh 2 informan di posisi negosiasi dan 2 lainnya di posisi oposisi. Artinya, keseluruhan informan tidak mengakui sepenuhnya orang Jawa berkomunikasi dengan low context. Faktor yang memengaruhi pemaknaan diduga adalah latar belakang budaya Jawa yang dimiliki informan, tingkat pendidikan, serta status ekonomi informan.
References
Aditya, I. M. (2023, Agustus 24). Sebaran Diaspora China di ASEAN, Paling Banyak di Indonesia. 24 Agustus. Diambil dari https://goodstats.id/infographic/sebaran-diaspora-china-di-asean-paling-banyak-di-indonesia-sW1LY
Agusta, R. (2018). FACE-NEGOTIATION ANTARA KOMUNITAS SUPORTER TIM SEPAK BOLA YOGYAKARTA BCS DAN BRAJAMUSTI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DI LUAR MATCH. Jurnal Ilmu Komunikasi: AKRAB, 3(2), 489–509.
Dwiputra, K. O. (2021). Analisis resepsi khalayak terhadap pemberitaan Covid-19 di klikdokter.com. Jurnal Komunikasi Profesional, 5(1), 26–37. https://doi.org/10.25139/jkp.v5i1.3290
Ghassani, A., & Nugroho, C. (2018). PEMAKNAAN RASISME DALAM FILM (ANALISIS RESEPSI FILM GET OUT). Jurnal Manajemen Maranatha, 18(2), 127–134.
Indonesia, C. (2024, Januari 18). Sinopsis Bu Tejo Sowan Jakarta, Perang Ibu Vs Anak Imbas Rencana Nikah. CNN Indonesia. Diambil dari https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20240118140054-220-1051240/sinopsis-bu-tejo-sowan-jakarta-perang-ibu-vs-anak-imbas-rencana-nikah
Koesmastuti, R. H. (2015). KULTUR KOLEKTIVISTIK DALAM ORGANISASI BIROKRASI (Studi pada Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah). Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 187–194. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/view/9762
Larashati, N. N. (2019). MEMAHAMI RESEPSI ANGGOTA “FAN CLUB JOVI ADHIGUNA SEMARANG” TERHADAP PENAMPILAN ANDROGINI PADA VIDEO “TRAVEL VLOG EP : 3” DWP DI CHANNEL YOUTUBE JOVI ADHIGUNA HUNTER. (Skripsi, Universitas Semarang, 2019). Retrieved from https://eskripsi.usm.ac.id/files/skripsi/G31A/2015/G.311.15.0046/G.311.15.0046-15-File-Komplit-20190829020901.pdf
Maulidya, A. N. (2023). Analisis Resepsi Penonton pada Tayangan Youtube “Indonesia’s Next Top Model Cycle 3 Episode Comeback.”. (Skripsi, Universitas Islam Sultan Agung, 2023). Retrieved from https://repository.unissula.ac.id/31550/
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). Yogyakarta: In Yogyakarta Press.
Nugraha, S. (2024, Februari 01). 9 Film Indonesia Terlaris Periode Januari 2024, Ada Ancika! Idntimes.Com. Diambil dari https://www.idntimes.com/hype/entertainment/sandinugraha/film-indonesia-terlaris-januari-2024-c1c2?page=all
Purbasari, V. A., & Suharno. (2019). INTERAKSI SOSIAL ETNIS CINA-JAWA KOTA SURAKARTA. JANTRO: Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(1), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jantro.v21.n1.p1-9.2019
Purwanto, E. (2016). Manajemen Lintas Budaya. Tangerang: Yayasan Pendidikan Philadelphia.
Putri, A. A. (2023, Februari 20). Suku dengan Populasi Terbanyak di Indonesia. 20 Februari. Diambil dari https://data.goodstats.id/statistic/suku-dengan-populasi-terbanyak-di-indonesia-AJmNV
Rozalena, A. (2014). Model Budaya Organisasi Berbasis High and Low Context pada Kegiatan Komunikasi Bisnis Antarbudaya. Proseding Seminar Bisnis & Teknologi, 29–44.
Sa’idah, Z. (2023). Komunikasi Antarbudaya Pemahaman Dasar dan Teori. Yogyakarta: Jejak Pustaka.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta.
Suhadi, M., Pratama, R., & Yusuf, R. A. (2021). RESEPSI REMAJA TERHADAP DAMPAK PERGAULAN BEBAS DI DALAM FILM DUA GARIS BIRU. Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna, 17(1), 25–36.
Wardani, J. (2020). FACE NEGOTIATION DALAM MENGELOLA KONFLIK ANTARBUDAYA PADA PASANGAN PERNIKAHAN ANTAR-ETNIK BATAK DAN JAWA DI ROKAN HILIR. (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2022). Retrieved from https://repository.uin-suska.ac.id/63748/.
Wulandari, S. K., & Abdullah, M. N. A. (2024). HARMONI DALAM PERBEDAAN: DINAMIKA PERNIKAHAN MULTIKULTURAL TERHADAP POLA PENGASUHAN ANAK. SABANA (Sosiologi, Antropologi, Dan Budaya Nusantara), 3(1), 1–7. https://doi.org/10.55123/sabana.v3i1.3276

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







