Collaborative Governance dalam Pengembangan Kawasan Situs Semedo Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal

  • Muhammad Husnul Labib Magister Administrasi Publik, Universitas Jenderal Soedirman
  • Bambang Tri Harsanto Jurusan Administrasi Publik, Universitas Jenderal Soedirman
  • Hikmah Nuraini Jurusan Administrasi Publik, Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Industri pariwisata telah berkembang dengan pesat, serta melibatkan banyak aktor dalam usaha pengelolaan maupun pengembangannya. Kawasan Situs Semedo adalah salah satu situs purbakala yang terakhir ditemukan di Pulau Jawa. Keunikan dari situs ini adalah salah satu temuannya yang hanya ada satu satunya di Indonesia yaitu gajah kerdil stegodon. Adanya situs purbakala semedo di Desa Semedo merupakan modal atraksi bagi Desa Semedo untuk menjadi desa wisata. Oleh sebab itu masyarakat Desa Semedo dan Pemerintah Desa Semedo melakukan upaya untuk pengembangan kawasan Situs Semedo. tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan Collaborative governance dalam penguatan kelembagaan pengembangan kawasan Situs Semedo Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal sebagai modal Desa Semedo menuju desa wisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilaksanakan di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Informan penelitian ini adalah Pejabat Pemerintah Desa Semedo, aktivis Komunitas Peduli Situs Semedo, aktivis Kelompok Sadar Wisata Purba Desa Semedo, Pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata dan Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal serta Pengelola Museum Semedo. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian pada sub aspek face to face dialogue, proses negosiasi, komitmen aktor dan proses konsensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengembangan kawasan Situs Semedo dengan menggunakan pendekatan kolaborasi model Ansell dan Gash dengan sub aspek face to face dialogue, proses negosiasi, komitmen para aktor, dan proses konsensus. Pada proses face to face dialogue bahwa dalam usaha pengembangan kawasan Situs Semedo telah terjadi proses tatap muka, namun proses tersebut hanya melibatkan aktor lokal, sedangkan komunikasi dengan aktor vertikal belum terjadi. Pada proses negosiasi terbentuk jaringan yang bersifat self-governance yang mana masing masing aktor memanajemen mereka sendiri namun terlibat aktif dalam kolaborasi. Pada proses komitmen para aktor berkomitmen mendukung upaya pengembangan kawasan Situs Semedo namun hanya dalam hal pemenuhan tugas semata. Dan pada proses konsensus telah tercapai konsensus dalam pengembangan kawasan Situs Semedo namun muncul aktor dominan didalamnya. Faktor pendukung dalam usaha pengembangan kawasan Situs Semedo adalah antusiasme masyarakat yang tinggi serta adanya komunitas yang kreatif. Sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah keterbatasan anggaran, komunikasi antar aktor yang tidak berjalan dengan baik, serta belum adanya regulasi tentang rintisan desa wisata.


Kata Kunci: collaborative governance, desa wisata, Situs Semedo

References

Alipour, H., Kayaman, R., & Ligay, E. (2011). Governance as Catalyst to Sustainable Tourism Development: Evidence from North Cyprus. Journal of Sustainable Development, 4. https://doi.org/10.5539/jsd.v4n5p32

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4). https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Ashworth, G., & Page, S. J. (2011). Urban tourism research: Recent progress and current paradoxes. Tourism Management, 32(1), 1–15. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2010.02.002

Callahan, K. (2006). Elements of effective governance: Measurement, accountability and participation. CRC Press.

Erkuş-Öztürk, H., & Eraydin, A. (2010). Environmental governance for sustainable tourism development: Collaborative networks and organisation building in the Antalya tourism region. Tourism Management, 31(1). https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.01.002

Hanafi, M. (2022). Pengembangan Pariwisata Melalui Collaborative Governance Di Kabupaten Magelang. Kajian Ilmu Administrasi, 19(1), 1–17. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v19i1.53447

Izza, F. Al. (2019). IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN WISATA SITUS PURBAKALA SEMEDO DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN TEGAL. UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.

Mafaza, A., & Setyowati, K. (2020). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA. Jurnal Kebijakan Publik, 11(1), 7–12.

Nugraha, S., & Widiyanta, W. (2021). Rancangan Pengelolaan Sumberdaya Budaya Situs Semedo “Suatu Kontribusi Pemikiran.” Jurnal Sangiran, 107–122. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpsmpsangiran/wpcontent/uploads/sites/11/2022/01/8-JurnalSangiran.pdf

Nuryati, W. (1993). Concept, Perspective, and Chalanges. In Makalah bagian laporan dari konferensi internasional mengenai pariwisata budaya. Gajahmada University Press.

Rachim, R. S. A. H. W. A. (2020). Pemerintahan Kolaboratif dalam Perspektif Administrasi Publik (T. D. Tekan (ed.)). Pemerintahan Kolaboratif dalam Perspektif Administrasi Publik @2020 Penulis : Retno Sunu Astuti Hardi Warsono Abd. Rachim Editor Tim DAP Tekan Perancang Sampul Fauzy Gustaman Penata Letak Tim DAP Press Cetakan pertama : Juni 2020 xv + 142 halaman + daftar.

Sastrayudha, G. S. (2010). Konsep Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pariwisata. Sekretariat A4DE.

Smith, M. K. (2015). Tourism and collaboration. In Encyclopedia of Tourism. Springer.
https://doi.org/doi:10.1007/978-3-319-01669-6_87-1

Sururi, A. (2018). COLLABORATIVE GOVERNANCE SEBAGAI INOVASI KEBIJAKAN STRATEGIS (STUDI REVITALISASI KAWASAN WISATA CAGAR BUDAYA BANTEN LAMA). HUMANIKA, 25(1). https://doi.org/10.14710/humanika.v25i1.18482

UNWTO. (2012). Tourism and the Millennium Development Goals: A Global Report.

Yoeti, O. A. (2010). Pemasaran Pariwisata. Aksara.
Published
2023-11-14
How to Cite
LABIB, Muhammad Husnul; HARSANTO, Bambang Tri; NURAINI, Hikmah. Collaborative Governance dalam Pengembangan Kawasan Situs Semedo Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Public Policy and Management Inquiry, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 735-746, nov. 2023. ISSN 2714-626X. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/ppmi/article/view/9641>. Date accessed: 12 june 2024. doi: https://doi.org/10.20884/1.ppmi.2023.7.2.9641.
Section
Articles