Colaborative Governance dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Adat

Pada Komunitas Bonokeling Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang

  • Ahmad Erwin Magister Administrasi Publik, Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana collaborative governance dalam pengembangan desa wisata berbasis adat Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang dipilih adalah mereka yang terlibat dalam kolaborasi pengembangan desa wisata baik secara langsung ataupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengembangan desa wisata berbasis adat pada Komunitas Bonokeling Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang dengan menggunakan model struktur universal kemitraan (Dwi Harsono) melalui tahap agreement (kesepakatan/ perjanjian), management (pengelolaan), commitment (komitmen), accountability (akuntabilitas) menunjukkan indikator keberhasilan perubahan nyata, kemitraan, orientasi hasil, profesionalisme, transparansi, miss komunikasi, komitmen, aksi, janji, kejelasan, kinerja dan pengukuran seimbang. Faktor pendukung collaborative governance dalam pengembangan desa wisata berbasis adat  adalah Dukungan anggaran dari APBDes, dukungan dan pembinaan dari instansi vertikal. Faktor penghambatnya yaitu, kesiapan SDM, terbatasnya sarana dan prasarana, dan persepsi negatif masyarakat luar desa dan kesadaran masyarakat desa mengenai desa wisata.


Kata kunci: Collaborative Governance, Desa Wisata, Adat Bonokeling

References

Ade, Ranggi Febrian, 2016. Collaborative Governance Dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan (Tinjauan Konsep Dan Regulasi). e-Journal UIR (Universitas Islam Riau) Vol. II Nomor 1 Oktober 2016.

Agranoff, Robert & Michael McGuire, 2013. Collaborative Public Management : New Strategies for Local Goverments, whasington D.C : Georgetown University Press.

Ansell, Chris, & Alisson Gash, 2007. Collaborative Governance In Theory And Practice, journal of public administratiob research and theory, vol 18. No. 4 hlm 543-571

Antara, Made. Et.al. 2015. Panduan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal. diterbitkan Konsorsium riset pariwisata Universitas Udayana Bali

Aryani, Vitria. Et.al. 2019. Buku panduan desa wisata, Kementerian Pariwisata edisi I.

Argyo, Demartoto. 2019. Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat, Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Callahan, Kathe. 2007. Elements of Effective Governance: Measurement, Accountability, and Participation. Taylor & Francis Group, Boca Raton

Dadan, Sulyana, Rawuh Edi Priyono, Endang Dwi Sulistyoningsih & Silviana Rafiu. 2021. Bonokeling Dulu, Kini dan Nanti . Purwokerto : SIP Publishing.

Dermatoto, A. 2009. Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Donahue, John D & Richard J. Zeckhauser, 2011. Collaborative Governance : Private Roles For Public Goals In Turbulent Times. New jerset, princenton university press.

Dwiyanto, A. (2018). Ilmu Administrasi Publik di Indonesia, Mencari Identitas. Gadjah Mada University Press.

Edward R Freeman. 1984. Strategic Management : A stakeholders approach. Boston : Fitman

Edy, Rawuh Priyono, et.al (2019). Membaca Potensi, Peluang dan Tantangan Kota Purwokerto-Banyumas Untuk Menyelenggarakan Paket Wisata City Tour Dengan Bus Pariwisata. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers 19-20 November 2019 Purwokerto.

Emzir. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif: Korelasional, Eksperimen, Ex Post Facto, Etnografi, Grounded Theory, Action Research, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Emerson, Kirk, Tina Nabatchi & Stephen Balogh, 2012. Integrative Framework for Collaborative Governance. Journal of Administration and Theory, Vol. 22 no. 1 hal. 1-29.

Ervianti, Meiga, 2018. Faktor-Faktor Yang Menghambat Collaborative Governance Dalam Implementasi Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Di Kota Pekanbaru. Jom Fisip Vol. 5: Edisi Ii Juli – Desember 2018.

Fendt, Thomas Christian, 2010. Introducting Electronic Supply Chain Collaboration In China: Evidence From Manufacturing Industries. Berlin : unversitastsverlag der technischen Universitat Berlin.

Hanberger, A. (2004). Democratic Governance and Evaluation. Sixth EES (European Evaluation Society) Conference.

Harleym James & Blismas, Nick, 2010. An anatomy of collaboration withim the online environment, dalam anandarajan, murugan (ed), e research collaboration :theory, tecniques, and challenger. Hlm 15-32. Heideberg: springer internasional publishing.

Holzer, March et al (2012). An Analysis Of Collaborative Governance Models The Context Of Shared Services. Dalam lauer shcachter hindy Kaifeng, yang (Ed). The State Of Citizen Participation In America. (hlm 349-386). Charlotte information age publishing.

J, Lexy.Moeloeng, 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Joyce, Paul Strategic. 2015. Management in The Public Sector. Routledge Taylor and Francis Grup London and New York.

Kartodirjo, Sartono. 1994. Metode Penggunaan Bahan Dokumen-Dokumen Dalam Buku Metode-Metode Penelitian Masyarakat Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia, 1994.

Kusumawardani, Yuviani. 2017., Strategi Pengembangan Manajemen Parawisata Desa Sukaharja Menjadi Suatu Desa Wisata. Bogor hospitality journal vol. 1 no. 1 – juli 2017.

Kurniasih, Denok, et.al (2017). Collaborative Governance Dalam Penguatan Kelembagaan Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (Slbm) Di Kabupaten Banyumas. Sosiohumaniora, Volume 19 No. 1 Maret 2017 : 1 – 7 Universitas Jenderal Soedirman.

Luqito, Dimas Chusuma Arrozaq, 2017. Collaborative Governance (Studi Tentang Kolaborasi Antara Stakeholders Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kabupaten Sidoarjo). http://lib.unair.ac.id

Margono, S. 2003. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Mardikanto, Totok. 2014. CSR (Corporate Social Responsibility) dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Bandung : Alfabeta

Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. 2014. Qualitative Data Analysis, A. Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications

Muljadi, A.J. 2012. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Priyanto, et al. 2016. Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Budaya Tinjauan Terhadap Desa Wisata di Jawa Tengah. Jurnal Vokasi Indonesia Volume 4 Nomor 1. Januari -Juni 2016.

Raharja, Sam’un Jaja, 2008. Model Kolaborasi Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum. Disertasi program doctor ilmu administrasi publik. Depok: universitas Indonesia.

Ridwan, dkk (2008). Islam Kejawen : Sistem Keyakinan dan Ritual Anak Cucu Ki Bonokeling. Purwokerto : STAIN Press.

Sakti, Suryo Hadiwidjoyo. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudarmo, 2011. Isu-isu Administrasi Publik Dalam Perspektif Governance. Surakarta: Smart Media.

Sugiono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitif, Kualitatif Dan R&D. Bandung:Alfa Beta.

Sulistyani, Andri, et.al. 2020. Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Desa Wisata Berbasi Adat. Jurnal Kebijakan Publik, Volume 11, Nomor 1, Maret 2020, hlm. 1-58.

Toufiqurokhman. 2016. Manajemen strategik. Cetakan Pertama 2016 Diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama.

Tri, Aris Cahyo Purnomo. 2015. Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Desa Wisata Di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Skripsi program studi pendidikan luar sekolah Jurusan pendidikan luar sekolah Fakultas ilmu Pendidikan Universitas negeri Yogyakarta Desember 2015.

Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009.

UU Nomor 10 tahun1990 terkait Kepariwisataan dan Pelaksanaannya.

Undang-undang RI nomo 9 tahun 2010 pasal 3.

Undang-Undang Desa Nomor. 6 tahun 2014 tentang Desa Wisata.

Wanna, John, 2008. Collaborative Government: Meanings, Dimensions, Drivers, And Outcomes, dalam O’flynn. Jannie & Wanna, John. Collaborative Governance : A New Era Of Public Policy In Australia?. Canberra : Australian National University E Press.

Yulianti, Devi. 2018. Manajemen Strategi Sektor Publik. Pusaka Media Bandarlampung.
Published
2022-11-08
How to Cite
ERWIN, Ahmad. Colaborative Governance dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Adat. Public Policy and Management Inquiry, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 560-572, nov. 2022. ISSN 2714-626X. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/ppmi/article/view/6797>. Date accessed: 03 apr. 2025. doi: https://doi.org/10.20884/1.ppmi.2022.6.2.6797.
Section
Articles