Relasi Aktor dalam Implementasi Program Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Brebes
Abstract
Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kabupaten Brebes berawal dari IPM yang rendah di Provinsi Jawa Tengah yakni 64,16. Hal ini karena tingginya angka putus sekolah (ATS) di Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi aktor dan tantangan dalam implementasi Program Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Brebes. Metode penelitian kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2022. Analisis data penelitian menggunakan metode Miles Saldana dan Huberman. Hasil penelitian menemukan aktor yang terlibat pada players adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP). Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes berperan penting karena program ini menjadi kewajiban dalam pelayanan dasar bidang pendidikan secara bertahap dan berkelanjutan, serta berkeadilan bagi seluruh masyarakat Brebes. FMPP merupakan lembaga khusus yang mengawal ATS kembali bersekolah. Relasi aktor yang terlibat dalam GKB ini dilakukan dengan melakukan rapat koordinasi per tiga bulan di tingkat desa. Rapat dilakukan untuk menyampaikan kendala di lapangan dan menyampaikan solusi dari pengurus FMPP di level desa. Kemudian dilakukan evaluasi keseluruhan yang melibatkan FMPP Kabupaten, kecamatan dan desa. Tantangan dalam implementasi program Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Brebes terbagi menjadi empat. Dari pemerintah adalah pencapaian target belum menyeluruh dan anggaran yang terbatas. Dari siswa target GKB adalah masih ada siswa yang malas belajar, anggapan masuk sekolah negeri lebih susah dan siswa yang terlibat dalam bullying. Terutama korban menjadi takut sekolah. Dari sekolah ada yang menolak karena kewalahan dengan jumlah siswa dan menolak karena siswa GKB yang masuk adalah pelaku bullying. Dari masyarakat adalah dana GKB untuk keperluan lain di luar sekolah, anggapan ijazah tidak penting, dan menyuruh anak membantu orangtua mencari nafkah.
Kata Kunci: Implementasi, Gerakan Kembali Bersekolah, Relasi Aktor
References
Anderson, James. E. 2003. Public Policy Making, Fifth Edition. USA: Houghton Mifflin Company.
Andriyanto, F. and Purnaweni, H., 2017. Analisis Stakeholders Dalam Formulasi Kebijakan Kota Layak Anak Di Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 6(2), pp.745-758.
Arikunto. 2004. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Bryson, John M. 2004. What Do When Stakeholders Matter : Stakeholder identification and Analysis Techniques. Minneapolis: Hubert H. Humphrey Institute of PublicAffairs.
Dunn, William N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Edwards III, George C. 1980. Implementing Public Policy. Congressional Quarterly Inc. Washington D.C
Grindle, Merilee S. 1980. Politics and Policy Implementation in The Third World. NewJersey:Princenton UniversityPress.
Islamy, M. Irfan. 2000. Prinsip-prinsip Perumusan Kebijakan Negara. Jakarta. Sinar Grafika
Indiahono, Dwiyanto. 2009. Kebijakan Publik Berbasis Dynamic Policy Analysis. Yogyakarta: Gava Media