EVALUASI PENGOBATAN ALBENDAZOLE PADA KASUS NEMATODIASIS TERNAK DOMBA DAN KAMBING DI EXPERIMENTAL FARM FAKULTAS PETERNAKAN, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN, PURWOKERTO
Abstract
Latar Belakang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pravalensi nematodiasis, mengetahui jenis cacing nematoda, dan Menganalisis penggunaan albendazole pada kasus nematodiasis domba dan kambing di Experimental Farm Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2024 – 9 Januari 2025 di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling dan dilanjutkan dengan uji laboratorium menggunakan uji apung dan Mc Master.
Jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 sampel, yang terdiri dari 5 ekor Domba Ekor Gemuk, 5 ekor domba Saanen, 5 ekor domba Peranakan Ettawah, 5 ekor domba Sapera, dan 5 ekor domba Kacang. Sampel fases domba dan kambing kemudian diperiksa di Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B, Kabupaten Banyumas secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode apung dan Mc Master. Variabel penelitian yang diamati yaitu persentase prevalensi nematodiasis dan jenis nematoda pada ternak domba dan kambing. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji T. Hasil identifikasi nematoda menunjukan bahwa terdapat 8 jenis nematoda yang menginfeksi ternak domba dan kambing di Experimental Farm, di antaranya Ostertagia sp, Trichuris sp, Strongyle sp, Cooperia sp, Haemonchus sp, Oesophagustomum sp, Bunostomum sp, dan Tricostrongyle Sp. Prevalensi nematodiasis pada domba dan kambing di Experimental Farm sebelum pengobatan sebesar 96% dan hari ke-15 setelah pengobatan sebesar 56%. Hasil uji t untuk mengetahui pengaruh pemberian albendazole pada kejadian nematodiasis menunjukan hasil (P<0,01) dengan t hitung > t tabel 0,01 sehingga diambil kesimpulan dari penelitian ini pemberian albendazole berpengaruh sangat signifikan terhadap kasus nematodiasis pada ternak domba dan kambing di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman.
References
Akmaluddin dan Zulfikar. 2022. Identifikasi ektoparasit dan endoparasit pada sapi Kemukiman Paya Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Jurnal Ilmiah Peternakan 10(1): 1-10.
Anam, M. K., N. Haryuni. 2024. Evaluation of forage production at PT. Gombekk Boer Indonesia. Bestindo of Animal Science 1(1): 35-40.
Athaillah, F., Y. Fahrimal, M. Hambal, dan M. Hanafiah. 2022. Parasitologi Veteriner. Syiah Kuala University Press, Banda Aceh.
Budiharta, S. 2002. Kapita selekta epidemiologi veteriner. Bagian kesehatan masyarakat veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Datta, F. U., T. Tinenti, A. I. R. Detha, N. D. Foeh, dan N. A. Ndaong. 2019. Deskripsi morfologis nematoda saluran pencernaan kambing Kacang (Capra Hircus Aegagrus) di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kajian Veteriner 19(1): 46-57.
Dewi, D. A., dan S. Supriyanto. 2020. Prevalensi nematodiasis pada ternak ruminansia kecil di Yogyakarta. Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian 17(31): 53-61.
Haajidah, J., M. Sukmanadi, K. Kusnoto, E. Suprihati, L. Nangoi, dan P. Hastutiek. 2020. Identifikasi cacing nematoda pada sekum dan kolon sapi kurban yang dipotong saat Idul Adha 1439 H di Wilayah Surabaya Timur. Journal of Parasite Science 4(1): 25-30.
Imanuelle, N. M., M. Laut, dan D. R. Novian. 2023. Resistensi larva Strongyle sp. terhadap albendazole pada kambing kacang di Indonesia. Jurnal Veteriner Nusantara 6(11): 1- 14.
Juara, F. M., R. Arif, dan A. P. Mihardi. 2023. Peningkatan kesehatan ternak ruminansia kecil melalui pemberian antiparasit dan vitamin di Desa Petir, Kabupaten Bogor (Small ruminant health improvement by providing antiparasitic and vitamin in Petir Village, Bogor District). Buletin Pengabdian 3(2): 55-61.
Levine, N. D. 1994. Parasitologi Veteriner. Diterjemahkan oleh Ashadi G. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Noviana, Y. 2017. Jenis-Jenis Endoparasit Pada Rusa Tutul (Axis axis, Erxleben 1777) di Taman Margasatwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat. Doctoral dissertation, Universitas Andalas, Sumatera Barat.
Nurcahyo, W. 2018. Penyakit Parasiter Kucing. UGM Press, Yogyakarta.
Prawestry, Y. A., D. Indrasanti, dan M. Indradji. 2021. Tingkat infeksi dan identifikasi jenis nematoda penyebab nematodiasis pada sapi potong berbagai umur di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Journal of animal science and technology 3(2): 201- 213.
Purwaningsih, P., N. Noviyanti, dan P. Sambodo. 2017. Infestasi cacing saluran pencernaan pada kambing Kacang Peranakan Ettawa di Kelurahan Amban kecamatan Manokwari Barat kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 5(1): 8-12.
Rahmawan, Z. W., F. D. Perwitasari, M. Nilamcaya, dan R. Widyani. 2024. Manajemen pakan pada usaha penggemukan domba Priangan di Saudagar Farm. Jurnal Peternakan 16(1): 511-521.
Sari, Y., S. Haryati, S. Setyawan, dan P. Dirgahayu. 2021. Taeniasis. Editor: Dewi Kusumaningsih.
Sudarma, I. W., dan I. M. Londra. 2020. Pengaruh tata laksana perkandangan terhadap infeksi parasit cacing pada Kambing Gembrong di dua tempat berbeda di Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis 8(2): 196-206.
Supriyanto, S. 2017. Pengaruh pemberian albendazole terhadap helminthiasis sapi potong (The influence of albendazole giving on helminthiasis beef cattle). Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian 14(25): 12-23.
Susilawati, T., dan P. S. Winarto, P. S. 2010. Agribisnis Kambing. Universitas Brawijaya Press, Malang.
Susilo, H, N. A. Abdilah, dan K. R. Amelia. 2020. Identifikasi telur cacing parasite pada feses hewan ternak di Provinsi Banten. Jurnal Biologi dan Pembelajarannya 15(2): 21 – 30.
Wahyuni, E. dan M. Amin. 2020. Manajemen pemberian pakan sapi Bali. Jurnal Peternakan Lokal 2(1): 1-7.

