Analisis Pengaruh Trauma Masa Kanak-Kanak Terhadap Gambaran Klinis Borderline Personality Disorder (BPD) di RSUD Dr. Saiful Anwar
Abstract
Borderline Personality Disorder (BPD) merupakan gangguan kepribadian yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi, impulsivitas, dan pola hubungan interpersonal yang disfungsional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa trauma masa kanak-kanak berperan penting dalam terbentuknya variasi gejala BPD. Namun, bukti empiris di Indonesia, khususnya di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh trauma masa kanak-kanak terhadap gambaran klinis BPD pada pasien yang menjalani perawatan di poliklinik kesehatan jiwa RSUD Dr. Saiful Anwar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan subjek penelitian sebanyak 50 dari 52 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Keparahan gejala BPD diukur menggunakan Borderline Symptoms List–23 (BSL-23), sedangkan tingkat trauma masa kanak-kanak dievaluasi menggunakan Childhood Trauma Questionnaire–Short Form (CTQ-SF). Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma masa kanak-kanak berpengaruh signifikan terhadap keparahan gejala BPD (p = 0,021) dengan kontribusi sebesar 10,6% (R² = 0,106). Jenis trauma yang paling sering dialami responden adalah kekerasan emosional (44%) dan pengabaian emosional (46%). Di antara seluruh jenis trauma, kekerasan emosional menunjukkan hubungan signifikan dengan keparahan BPD (rₛ = 0,324; p = 0,019), sedangkan kekerasan fisik, kekerasan seksual, pengabaian emosional, dan pengabaian fisik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa trauma masa kanak-kanak, khususnya kekerasan emosional, berperan penting dalam membentuk keparahan gambaran klinis BPD.

