Komunikasi Instruksional Guru pada Siswa Autis Murni di Sekolah Khusus Pandita Kota Serang
Abstract
Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan termasuk anak dengan kebutuhan khusus, seperti autis. Siswa autis murni kesulitan melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain, mereka cenderung menghindari kontak mata dan menunjukkan perilaku seperti tertawa tanpa sebab karena memiliki khayalannya sendiri, oleh karenanya dibututhkan upaya berkomunikasi yang baik dari guru kepada siswa autis murni. Tujuan penelitian ini mengkaji komunikasi instruksional guru pada siswa autis murni dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah khusus pandita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan Informan pada penelitian ini adalah dua orang guru, kepala sekolah dan dua orangtua siswa autis murni. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dilakukan triangulasi sumber untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi instruksional yang dilakukan guru dengan siswa autis murni diawali dengan melakukan penyesuaian, kemudian terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu dengan membangun kontak mata, menenangkan siswa, mengalihkan, memberikan instruksi sederhana atau tidak lebih dari 3 kata, ketika siswa autis murni sudah dapat menyesuaikan atau sudah kondusif,maka siswa autis murni dapat mengamati instruksi yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran. Siswa autis murni dapat mengingat instruksi dan menirunya seperti yang dicontohkan oleh guru. Selain itu, metode yang digunakan dalam pembelajaran siswa autis murni yaitu metode demonstrasi, metode tanya jawab dan metode Reward and punishment.
Penulis yang menerbitkan artikelnya di Jurnal Widya Komunika menyetujui ketentuan berikut:
1. Hak cipta atas artikel ilmiah dipegang penuh oleh masing-masing Penulis.
2. Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Widya Komunika dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
3. Penulis diizinkan untuk menyebarluaskan artikel yang telah diterbitkan di jurnal ini (misalnya: mengunggahnya ke repositori institusi atau membagikannya di media sosial akademik) dengan tetap mencantumkan informasi publikasi asli dari Jurnal Widya Komunika.




