ADAPTASI KOMUNIKASI GURU ASING MENGHADAPI PERBEDAAN BUDAYA DI SEKOLAH INTERNASIONAL
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman adaptasi komunikasi tenaga pengajar
asing selama menjalankan tugas pembelajaran di Indonesia. Fokusnya adalah eksplorasi atas
pengalaman adaptasi komunikasi guru asing di sekolah Internasional Menengah Atas Jakarta.
Dinamika interaksi yang melibatkan negosiasi, percakapan tatap muka, situasi dan konteks
percakapan, kiat-kiat adaptasi komunikasi yang di dalamya terdapat tantangan, kesulitan-
kesulitan bahkan mungkin terjadi kegagalan komunikasi yang berujung pada penolakan secara
sosial sampai dengan dapat diterimanya guru asing. Untuk memahami pengalaman adaptasi
komunikasi guru asing peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan
fenomenologi deskritif. Fenomena tersebut dianalisi dengan menggunakan penggabungan dua
metode analisis antara lain analisis yang dikembangkan oleh Rossman dan Marshall (2006) dan
Intepretive Phenomenological Analysis (IPA) oleh Smith. Terdapat 10 guru asing yang dipilih
secara purposeful sampling dengan kriteria: guru asing yang mengajar minimal satu tahun di
sekolah Internasional Menengah Atas Jakarta. Hasil penelitian ini memperlihatkan sejumlah guru
asing menjelaskan terdapat “culture problem” saat bertemu dengan perbedaan budaya.
Penulis yang menerbitkan artikelnya di Jurnal Widya Komunika menyetujui ketentuan berikut:
1. Hak cipta atas artikel ilmiah dipegang penuh oleh masing-masing Penulis.
2. Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Widya Komunika dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
3. Penulis diizinkan untuk menyebarluaskan artikel yang telah diterbitkan di jurnal ini (misalnya: mengunggahnya ke repositori institusi atau membagikannya di media sosial akademik) dengan tetap mencantumkan informasi publikasi asli dari Jurnal Widya Komunika.




