PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA
Abstract
Sekolah merupakan tempat untuk menanamkan nilai-nilai multikultural yang dilakukan dengan
melalui komunikasi pendidikan, sehingga diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang dapat
memberikan keharmonisan dalam menghadapi perbedaan. Pendidikan dengan basis multikultural
memperjuangkan pluralisme agama, ras, etnis dan lain-lain, dan juga dalam hal perbedaan
kemampuan (difable) Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang pelaksanaannya digabung
dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Penelitian dilakukan di dua sekolah dasar yaitu SD
Trirenggo Bantul Yogyakarta dan SD AL Firdaus Surakarta. Permasalahan yang diangkat dalam
riset ini adalah bagaimana penanaman nilai-nilai multikultural melalui komunikasi pendidikan di
Sekolah Dasar Inklusi di SD Trirenggo Bantul Yogyakarta dan SD Al Firdaus Surakarta.
Kerangka teoritis yang digunakan adalah komunikasi pendidikan, konsep nilai-nilai multikultural,
layanan pendidikan sekolah inklusi, Teori Rhetorical Sensitivity. Penelitian ini berangkat dari
pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data wawancara mendalam, observasi lapangan di
kedua sekolah dasar serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-
nilai multikultural melalui komunikasi pendidikan di kedua sekolah dasar inklusi tersebut
mendasarkan diri empat kategori nilai mutikultural yaitu nilai pluralisme, humanisme, demokrasi
dan keadilan. Pada metode dan prosesnya melibatkan unsur-unsur dalam dalam komunikasi
pendidikanyaitu komunikator, komunikan, pesan, media, efek dan lingkungan. Sehingga pada
akhirnya penanaman nilai-nilai multikultural melalui komunikasi pendidikan di kedua sekolah
tersebut, menciptakan penyelenggaraan pendidikan yang mampu menghargai keragaman.
