Implementasi Algoritma k-Means Clustering untuk Pengelompokan Kecamatan di Kabupaten Banyumas Berdasarkan Jumlah Fasilitas Kesehatan

  • Eka Rosita Dewi Universitas Jenderal Soedirman
  • Isnu Aji Saputro Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan nasional. Salah satu wilayah yang mengalami tantangan tersebut yaitu Kabupaten Banyumas, di mana distribusi fasilitas kesehatan belum merata secara optimal antar kecamatan. Penelitian ini menganalisis pengelompokan kecamatan di Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah fasilitas kesehatan menggunakan metode k-means clustering. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan dengan akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan. Data yang digunakan adalah jumlah fasilitas kesehatan menurut kecamatan yang meliputi rumah sakit umum, puskesmas, apotek, dan posyandu balita yang diperoleh dari hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas. Hasil analisis pengelompokan ini menunjukkan bahwa kecamatan di Kabupaten Banyumas terbagi dalam tiga klaster dengan karakteristik fasilitas kesehatan yang berbeda secara signifikan yaitu klaster 1 memiliki akses terbaik, klaster 2 memiliki akses yang memadai, dan klaster 3 memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Pengelompokan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas.

Published
2025-10-01
How to Cite
DEWI, Eka Rosita; SAPUTRO, Isnu Aji. Implementasi Algoritma k-Means Clustering untuk Pengelompokan Kecamatan di Kabupaten Banyumas Berdasarkan Jumlah Fasilitas Kesehatan. Jurnal Statistika SKEWNESS, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 37-48, oct. 2025. ISSN 3047-3284. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/skewness/article/view/18154>. Date accessed: 01 feb. 2026.