Keadaan Sosial Ekonomi Pekerja Migran Perempuan Single Parent setelah Cerai Gugat di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap

  • Jauhariyatun Fadillah
  • tyas Retno Wulan
  • Soetji Lestari

Abstract

Abstrak


Kecamatan Kesugihan menempati posisi ketiga Kecamatan dengan jumlah pekerja migran tertinggi di Kabupaten Cilacap dengan jumlah pekerja migran laki-laki sebanyak  157 orang dan pekerja migran perempuan berjumlah 397 orang. Hal ini berimplikasi pada tingginya angka perceraian di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap terutama cerai gugat. Kecamatan Kesugihan menempati posisi pertama Kecamatan dengan jumlah cerai gugat terbanyak pada tahun 2018 di Kabupaten Cilacap dengan jumlah 311 kasus. Dari beberapa hal diatas penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui keadaan sosial ekonomi pekerja migran perempuan single parent setelah cerai gugat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pra dan paska cerai gugat yang dialami oleh pekerja migran perempuan single parent beragam mulai dari bekerja dengan kondisi ekonomi baik,sedang, hingga tidak bekerja dengan kondisi ekonomi yang baik. Kondisi pra dan paska migrasi dan cerai gugat mengungkapkan perubahan keadaan ekonomi yang akhirnya turut menentukan keadaan sosial berupa posisi tawar dan akses pengambilan keputusan dalam pertukaran sosial dengan suami, lebih rendah, lebih tinggi, atau setara. Hal ini sejalan dengan premis Blau yang menyatakan bahwa pada pertukaran sosial kekuasaan lahir dari situasi ketika individu tergantung pada sesuatu yang diberikan oleh individu lain, dan nilai tersebut menjadi lebih tinggi dari nilai pertukaran yang dia tawarkan. Pertukaran sumber daya ini terjadi antara pekerja migran perempuan single parent dengan anggota keluarga dan mantan suami. Sumber daya yang dipertukarkan dalam hal ini adalah sumber daya ekstrinsik (uang) dengan sumber daya alternatif (rasa kasih sayang).


Kata Kunci: Keadaan sosial ekonomi, pekerja migran perempuan single parent, cerai gugat


 


Abstract


Kesugihan sub-district occupies the third position with the highest number of migrant workers in Cilacap Regency with 157 male migrant workers and 397 female migrant workers. This has implications for the high divorce rate in Kesugihan District, Cilacap Regency, especially divorced cases. Kesugihan District occupies the first position in the District with the highest number of divorces in 2018 in Cilacap Regency with a total of 311 cases. From some of the things above, this research was conducted with the aim of knowing the socio-economic conditions of single parent female migrant workers after a divorce. The results showed that the pre- and post-divorce conditions experienced by single parent female migrant workers varied from working with good, moderate economic conditions, to not working with good economic conditions. Pre- and post-migration conditions and divorce cases reveal changes in economic conditions which ultimately determine social conditions in the form of bargaining position and access to decision-making in social exchanges with their husbands, lower, higher, or equal. This is in line with Blau's premise which states that in social exchange power is born from a situation when an individual depends on something given by another individual, and the value becomes higher than the exchange value he offers. This exchange of resources occurs between female migrant workers. single parent with family members and ex-husband. The resources exchanged in this case are extrinsic resources (money) with alternative resources (affection).


Keywords: Socio-economic conditions, single parent female migrant workers, divorce

References

Abdullah, I. (2006). Sangkan Paran Gender. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
BPS. (2018). Kecamatan Kesugihan dalam Angka. Cilacap: BPS.
Badan Pusat Statistik, 2018. Nikah, Talak dan Cerai, Serta Rujuk.
Cortez, S. (2016). The Subjective Lived Experiences if Midlife Women and the Process of Empowerment Post-Divorce. Proquest Number 10243543. 5 September.
Damayanti, D dan Dewi, R. (2017). Stigma pada Perempuan Single Parent dengan HIV Positif (Studi Kualitatif). Jurnal Kesehatan Metro Sal Wawai. Vo; 10 (2), 55-59.
Darmawati, H. (2017). Perceraian dalam Perspektif Sosiologis. Jurnal UIN Alauddin Makassar. Vol 11(1), 64-78.
Hakim, A. (2011). Stategi Kelangsungan Hidup Perempuan Mantan Buruh Migran (Studi Kasus Mantan Buruh Migran Kaliwedi Kabupaten Cirebon). Widyariset. Vol 14 (1), 257-265.
Layish, A. (2016). Compensation to the Woman in the Israeli Druze Family. Vol 12(3), 330-343.
Matondang, A. (2014). Faktor-faktor yang Mengakibatkan Perceraian dalam Perkawinan. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik. Vol 2 (2), 141-150.
Miles, M, B dan Huberman, M. (1994). An Expanded Sourcebook: Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications.
Mira. (2019). Strategi Bertahan Hidup Janda di Desa Lambara Harapan Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur. Eprints Universitas Negeri Makassar, 3-18.
Moleong, L, J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Purnama dan Santoso. (2013). Aspek-aspek Penyebab Perceraian Gugat Di Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian MahasiswaUniversitas Jember, 1-17.
Simmau, S. (2013). Strategi Kelangsungan Hidup Janda Cerai Gugat di Kota Makassar. Jurnal Socius. Vol (12), 1-7.
Susanti, A. (2010). Feminis Radikal. Jurnal Theologi Aletheia, 4-19.
Turner, Victor. (1974). The Ritual Process, Structure and Antistructure. Harmondsworth: Pinguin Books.
Wulan, T. R. (2010). Pengethuan dan Kekuasaan: Penguaan Remiten Sosial sebagai Strategi Pemberdayaan Buruh Migran Indonesia. Institut Pertanian Bogor
Published
2023-03-14
How to Cite
FADILLAH, Jauhariyatun; WULAN, tyas Retno; LESTARI, Soetji. Keadaan Sosial Ekonomi Pekerja Migran Perempuan Single Parent setelah Cerai Gugat di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Jurnal Interaksi Sosiologi, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 60-75, mar. 2023. ISSN 1412-7229. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jis/article/view/8290>. Date accessed: 23 may 2024. doi: https://doi.org/10.2504/jis.v1i2.8290.
Section
Jurnal Interaksi Nomor 1 Volume 2 2022 (Back Issue April 2022)