PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL MELALUI PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z DALAM BUDAYA NONGKRONG DI COFFEESHOP KAVELOKKA SURAKARTA

  • Angelica Koes Handyoningrum S-1 Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Theofilus Apolinaris Suryadinata

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan perilaku phubbing terhadap perubahan interaksi sosial generasi Z, mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari perilaku phubbing generasi Z, dan menganalisis upaya pencegahan serta penanganan perilaku phubbing terhadap perubahan interaksi sosial generasi Z dalam konteks budaya nongkrong. Studi ini bermanfaat memperkaya kajian sosiologi komunikasi digital dengan memahami phubbing sebagai fenomena sosial keseharian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah informan terdiri dari 32 yang dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu, informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci penelitian ini adalah generasi Z tingkat SMA, SMK, Kuliah (D-3, D-4, dan S-1), dan Fresh Graduate yang melakukan perilaku phubbing. Sedangkan informan pendukung dalam penelitian ini adalah generasi Z tingkat SMA, SMK, Kuliah (D-3, D-4, dan S-1), dan Fresh Graduate yang tidak melakukan perilaku phubbing dan beberapa pelayan coffeeshop di Kavelokka Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta keterlibatan langsung peneliti menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Dalam proses pengumpulan data, peneliti tidak hanya melakukan wawancara dan observasi, tetapi juga terlibat secara langsung di lokasi penelitian melalui observasi partisipatif. Keterlibatan ini dilakukan dengan mengamati aktivitas nongkrong Generasi Z di Coffeeshop Kavelokka Surakarta secara langsung untuk memahami konteks interaksi sosial yang terjadi, termasuk praktik phubbing dalam keseharian informan. Analisis data didasarkan pada teori konstruksi sosial atas realitas Peter L. Berger melalui proses eksternalisasi (ketika kebiasaan menggunakan ponsel diekspresikan dalam situasi sosial seperti nongkrong), objektifikasi (ketika kebiasaan tersebut diterima dan dianggap wajar oleh kelompok), dan internalisasi (ketika individu mengintegrasikan phubbing sebagai norma sosial yang tidak lagi dipertanyakan dan dibenarkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing dimaknai sebagai perilaku yang wajar dan telah menjadi bagian dari budaya nongkrong Generasi Z, mencerminkan adaptasi terhadap gaya hidup digital yang memungkinkan keterhubungan simultan di ruang fisik dan digital. Namun, perilaku ini berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi tatap muka, melemahnya kedekatan emosional, serta munculnya jarak sosial dalam relasi pertemanan. Meskipun demikian, Generasi Z menunjukkan kesadaran reflektif dan melakukan upaya pengendalian penggunaan smartphone, menciptakan aktivitas interaktif, serta membangun kesepakatan bersama. Disimpulkan bahwa phubbing merupakan realitas sosial yang dikonstruksi secara kolektif dan menandai terbentuknya pola interaksi sosial yang bersifat hybrid di era digital.

References

Lazarus, L. (2024). Pengaruh Teknologi dan Globalisasi Terhadap Sistem Hukum dan Identitas Sosial Masyarakat. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(2).

Kompas.com: https://tekno.kompas.com/read/2025/06/30/18040037/indonesia-masuk-5-besar-pengguna-smartphone-terbanyak-di-dunia

BPS (2025). https://gorontalokab.bps.go.id/id/news/2025/02/05/30/memahami-generasi-z--tantangan--perilaku--dan-peluang.html

Mainah, A. S. A., & Sumarno, F. A. P. (2024). STUDI LITERATUR DAMPAK
SMARTPHONE DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PSIKOLOGI REMAJA.

Bayu, Y. L., & Ritonga, S. (2022). Interaksi Sosial Penganut Baha’ I. Yolandari Lingga Bayu, 3(2), 127–145.

Amiruddin, A. M., & Syahruddin, A. S. M. (2024). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Phone Snubbing (Phubbing) Dalam Komunikasi Interpersonal Mahasiswa. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(2), 160-164.

Siregar, S. W. (2024). Fenomena Phubbing pada Mahasiswa. Al-Murabbi Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 235-247.

Salsabilla, F., Budiaman, B., & Hidayat, A. N. (2024). Pengaruh Perilaku Phubbing Terhadap Intensitas Komunikasi Pada Pengunjung di Area Publik M Bloc Space. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 188-199.

Fadilah, A., Pratitis, N., & Rini, A. P. (2022). Perilaku phubbing pada remaja: Menguji peranan kontrol diri dan interaksi sosial. INNER: Journal of Psychological Research, 2(2), 150-159.

Sulastri, T., Khairunnisa, K., Setiawati, S., Tambunan, E. S., Supartini, Y., & Ningsih, R. (2023). Perilaku phubbing dengan kecerdasan emosional remaja pada remaja SMA. Jurnal Keperawatan, 8(1), 15-27.

Rahayu, S.A. (2021). ISBD Ilmu Sosial dan Budaya Dasar: Perspektif Baru Membangun
Kesadaran Global Melalui Revolusi Mental. PT Bumi Aksara.

Ratnaningtyas, M. E., Ramli, Syafruddin, dkk. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Yayasan Penerbit Muhammad Zaini: Anggota IKAPI.

Nurfaidah, S. K. M., Kasita, D. S., Adra, S., dkk. (2025). Instrumen Penelitian Kualitatif. KBM Indonesia; Sleman-Jogja.
Published
2026-07-15
How to Cite
HANDYONINGRUM, Angelica Koes; SURYADINATA, Theofilus Apolinaris. PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL MELALUI PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z DALAM BUDAYA NONGKRONG DI COFFEESHOP KAVELOKKA SURAKARTA. Jurnal Interaksi Sosiologi, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 48-58, july 2026. ISSN 1412-7229. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jis/article/view/19630>. Date accessed: 19 july 2026. doi: https://doi.org/10.20884/jis.v5i2.19630.
Section
Jurnal Interaksi Volume 5 Nomor 2 2026