Fenomena Polusi Udara di Jakarta: Studi Analisis Wacana Van Dijk pada Postingan Instagram @GREENPEACEID

  • Novan Ramadhan Program Studi S1 Sosiologi Unsoed
  • Hanifa Salmah Program Studi S1 Sosiologi Unsoed
  • Shafira Maulidya Program Studi S1 Sosiologi Unsoed
  • Cut Safa Afifah Jonara Program Studi S1 Sosiologi Unsoed
  • Rizky Ayu Wulandari Program Studi S1 Sosiologi Unsoed

Abstract

Fenomena polusi udara di Jakarta merupakan suatu masalah lingkungan yang mendalam dan terus berkembang setiap masa. Eksplorasi polusi udara di Jakarta marak diperbincangkan masyarakat hingga seluruh Indonesia, karena hal ini menjadi tantangan serius bagi mereka. Dengan adanya kualitas udara yang kurang baik di Jakarta, menjadikan masyarakat risih akan hal tersebut. Selain itu, Jakarta seringkali terkenal dengan kemacetan, banyaknya gedung tinggi, dan kurangnya penghijauan membuat kesan bahwa Jakarta dikenal sebagai kota padat polusi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis wacana Van Dijk. Analisis dalam penelitian berhubungan dengan struktur mikro, superstruktur, struktur makro, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data penelitian ini diambil dari postingan Instagram @greenpeaceid yang berkaitan dengan isu polusi udara di Jakarta. Hasil penelitian ditemukan bahwa udara kotor yang menimbulkan berbagai penyakit merusak kesehatan masyarakat sekitar. Dampak tersebut sangat dirasakan terutama bagi pengendara motor dan mobil yang terkena macet. Postingan Instagram Greenpeace Indonesia mengajak pemerintah untuk membuat upaya lebih efektif dengan melibatkan kebijakan pengendalian emisi kendaraan, peningkatan transportasi umum, serta membuat penghijauan. Perlu adanya pemantauan secara berkala untuk memantau perubahan polusi udara dan dampak terhadap masyarakat sekitar. 


Kata Kunci: Polusi Udara, Greenpeace Indonesia, Instagram.


 


The phenomenon of air pollution in Jakarta is a profound environmental problem for the period. The exploration of air pollution in Jakarta is widely discussed by people throughout Indonesia, because this is a serious challenge for them. With the poor air quality in Jakarta, people are uncomfortable with it. In addition, Jakarta is often famous for its traffic jams, many tall buildings, and the lack of greenery makes the impression that Jakarta is known as a polluted city. This research uses a descriptive qualitative method with Van Dijk's discourse analysis model. The analysis in the research relates to microstructure, superstructure, macrostructure, social cognition, and social context. The data for this study were taken from @greenpeaceid's Instagram posts related to the issue of air pollution in Jakarta. The results of the study found that dirty air that causes various diseases damages the health of the surrounding community. The impact is felt especially by motorcyclists and cars affected by traffic jams. Greenpeace Indonesia's Instagram post invites the government to make more effective efforts by involving vehicle emission control policies, improving public transportation, and making greenery. Regular monitoring is needed to monitor changes in air pollution and the impact on the surrounding community.


Keywords: Air Pollution, Greenpeace Indonesia, Instagram.

References

Chen, H. (2023). Jakarta is the world’s most polluted city. And Indonesia’s leader may have the cough to prove it By Heat. Cnn.Com. https://edition.cnn.com/2023/08/16/asia/indonesia-pollution-jokowi-cough-intl-hnk/index.html

Fitriana, R. A., Gani, E., & Ramadhan, S. (2019). Analisis Wacana Kritis Berita Online Kasus Penipuan Travel Umrah (Model Teun a. Van Dijk). BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 3(1), 44–54. https://doi.org/10.17977/um007v3i12019p044

Greenpeace, I. (2023). Sejarah Greenpeace. https://www.greenpeace.org/indonesia/sejarah-greenpeace/

Indonesia, B. N. (2023). Polusi udara di Jakarta tertinggi se-Asia Tenggara, dua tahun setelah Pemprov DKI kalah gugatan. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cjmy2nez84vo

Jong, H. N. (2023). Jakarta snags ‘most polluted’ title as air quality plunges and officials dither. News.Mongabay.Com. https://news.mongabay.com/2023/08/jakarta-snags-most-polluted-title-as-air-quality-plunges-and-officials-dither/

Jufanny, D., & Girsang, L. R. (2020). Toxic Masculinity dalam Sistem Patriarki. Semiotika: Jurnal Komunikasi, 14(1), 8–23.

Myllyvirta, L., Suarez, I., Uusivuiori, E., & Tieriot, H. (2020). Pencemaran Udara Lintas Batas di provinsi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. In Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) (pp. 1–30). https://energyandcleanair.org/

Natalia, T. (2023). Ribuan Tewas Akibat Polusi, Kualitas Udara Bikin Khawatir. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/research/20230826181347-128-466374/ribuan-tewas-akibat-polusi-kualitas-udara-bikin-khawatir

Payuyasa, I. N. (2017). Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk Dalam Program Acara Mata Najwa Di Metro Tv. Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni, 5(November), 14–24. https://doi.org/10.31091/sw.v5i0.188

Putra, I. I. (2020). Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) SELAMA MASA PSBB DI JAKARTA. Statistik Sektoral Provinsi Jakarta. https://statistik.jakarta.go.id/indeks-standar-pencemaran-udara-ispu-selama-masa-psbb-di-dki-jakarta/

Rizkidarajat, W., & Chusna, A. (2022). Production of Fear: The Visual Analysis of Local Lockdown Warning Signs. Suvannabhumi: Multidisciplinary Journal of Southeast Asian Studies, 14(2), 89–116. https://doi.org/10.22801/svn.2022.14.2.89

Ruhiat, F., Heryadi, D., & Akim. (2019). Strategi NGO Lingkungan Dalam Menangani Polusi Udara di Jakarta (Greenpeace Indonesia). Andalas Journal of International Studies (AJIS), 8(1), 16. https://doi.org/10.25077/ajis.8.1.16-30.2019

Saly, J. N., & Metriska, C. (2023). Kebijakan Pemerintah Dalam Pengendalian Pencemaran Udara di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. 7(2), 1642–1648.
Published
2024-04-02
How to Cite
RAMADHAN, Novan et al. Fenomena Polusi Udara di Jakarta: Studi Analisis Wacana Van Dijk pada Postingan Instagram @GREENPEACEID. Jurnal Interaksi Sosiologi, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 38-51, apr. 2024. ISSN 1412-7229. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jis/article/view/10855>. Date accessed: 23 may 2024.
Section
Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 2 2024