Hubungan Systemic Immune-Inflammation Index (SII) dengan Gejala Somatik pada Pasien Depresi
Abstract
Depresi merupakan gangguan mental yang sering disertai dengan gejala somatik, seperti nyeri kronis, kelelahan, gangguan tidur, dan keluhan pencernaan, yang kerap mendominasi presentasi klinis serta mempersulit proses diagnosis dan tata laksana. Bukti ilmiah terkini menunjukkan bahwa inflamasi sistemik derajat rendah (low-grade inflammation) berperan penting dalam patofisiologi depresi, khususnya pada pasien dengan dominasi gejala somatik. Systemic Immune-Inflammation Index (SII), yang merupakan indeks berbasis pemeriksaan darah perifer dengan menggabungkan jumlah neutrofil, limfosit, dan trombosit, dikembangkan sebagai biomarker yang merefleksikan keseimbangan antara respons inflamasi dan sistem imun secara komprehensif. Tinjauan literatur ini merupakan tinjauan pustaka naratif yang bertujuan mengkaji hubungan antara SII dan gejala somatik pada pasien depresi, serta menilai potensi SII sebagai biomarker klinis yang aplikatif. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap publikasi dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan inflamasi, SII, depresi, dan gejala somatik. Hasil telaah menunjukkan bahwa nilai SII yang lebih tinggi secara konsisten berhubungan dengan derajat depresi yang lebih berat, peningkatan keluhan somatik, risiko kekambuhan, serta respons terapi yang kurang optimal. Secara biologis, peningkatan SII mencerminkan aktivasi inflamasi sistemik yang memengaruhi regulasi neurotransmiter, disfungsi aksis hipotalamus–pituitari–adrenal, serta gangguan gut-brain axis, yang berkontribusi terhadap timbulnya dan persistensi gejala somatik. Dengan karakteristiknya yang non-invasif, mudah diukur, dan berbiaya rendah, SII berpotensi digunakan sebagai biomarker pendukung dalam evaluasi klinis pasien depresi dengan gejala somatik. Pemanfaatan SII diharapkan dapat membantu identifikasi dini subkelompok pasien dengan profil inflamasi tertentu dan mendukung pendekatan tata laksana depresi yang lebih personal dan holistik.

