Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Perajin Bambu dengan Pendekatan Hazard and Operability Study (HAZOP)
Abstract
Industri kerajinan bambu tradisional masih didominasi aktivitas manual, sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan akibat kerja. Berbagai potensi bahaya seperti penggunaan alat tajam, paparan serat bambu, dan postur kerja yang tidak ergonomis ditemukan pada proses produksi di unit usaha kerajinan bambu di Cebongan, Sleman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja dan merumuskan rekomendasi mitigasi pada unit usaha kerajinan bambu tradisional di Cebongan, Sleman. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif studi kasus, penilaian risiko dilakukan secara sistematis melalui metode Hazard and Operability Study (HAZOP) di sepanjang tujuh tahapan proses produksi. Hasil penelitian menunjukan adanya 15 risiko kecelakaan kerja di lingkungan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, terdapat 1 risiko berkategori ekstrem, yaitu gangguan pernapasan akibat paparan debu respirabel lignoselulosa pada proses pemotongan. Selain itu, teridentifikasi 6 risiko tinggi yang didominasi oleh ancaman luka sayat alat tajam, pekerja tergelincir akibat akumulasi limbah, serta paparan uap bensin dan potensi kebakaran pada proses pewarnaan. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan prinsip hierarki pengendalian risiko yang mencakup engineering control, administrative control, dan penggunaan APD.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





