Perbandingan Tingkat Kekasaran Permukaan Glass Ionomer Cement Konvensional Berdasarkan Variasi Jumlah Hisapan Rokok Kretek Non-Filter : Studi In Vitro
Abstract
Latar belakang: Glass ionomer cement (GIC) konvensional merupakan bahan restorasi gigi yang bersifat antikariogenik dan dapat melepaskan flouride. Merokok dapat mempengaruhi sifat fisik GIC. Kekasaran permukaan merupakan salah satu sifat fisik bahan restorasi yang dapat memengaruhi keberhasilan restorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekasaran permukaan GIC setelah hisapan asap rokok kretek non filter. Metode: Penelitian ini dilakukan di laboratorium secara eksperimental dengan desain pretest - posttest control group design sejumlah 32 spesimen GIC dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok perlakuan diberikan paparan 75, 150, dan 250 hisapan rokok kretek non filter, dan kelompok kontrol diberikan perendaman air liur buatan tanpa paparan asap rokok kretek non filter. Seluruh perlakuan dilakukan selama 21 hari. Kekasaran permukaan diukur dengan alat surface roughness tester dan dievaluasi melalui analisis statistik, One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil : Rerata selisih pretest - posttest kelompok I, II, III, dan kontrol sebesar 0,056, 0,094, 0,167, dan 0,008 μm. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan kekasaran permukaan GIC yang signifikan (p <0,05), dengan variasi antara semua kelompok. Simpulan: Peningkatan jumlah hisapan rokok kretek non-filter dapat meningkatkan kekasaran permukaan GIC konvensional.