Aktivitas Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Risiko Trauma Dental pada Penderes Nira Kelapa di Desa Sokawera, Kabupaten Banyumas
Abstract
Latar Belakang: Pekerjaan sebagai penderes nira kelapa masih banyak dijalani masyarakat Desa Sokawera akibat keterbatasan keahlian dan keterampilan di bidang pekerjaan lain. Aktivitas menderes nira menuntut kerja fisik yang tinggi serta paparan lingkungan yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan gigi dan mulut, termasuk risiko terjadinya trauma dental akibat kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, upaya pengobatan mandiri atau tradisional saat mengalami keluhan sakit gigi, serta potensi risiko trauma dental pada penderes nira kelapa di Desa Sokawera. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek sebanyak enam penderes nira kelapa di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, berusia antara 19 hingga 61 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi perilaku dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta perbedaan cara pengobatan mandiri yang dilakukan oleh penderes nira. Sebagian besar responden menyatakan tidak mengonsumsi gula secara berlebihan, sementara dua responden mengonsumsi gula nira hanya sebagai campuran makanan. Selain itu, tidak ditemukan adanya kasus trauma dental pada subjek penelitian selama periode pengamatan. Kesimpulan: Penderes nira kelapa memiliki risiko pekerjaan yang tinggi, praktik pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan relatif beragam, dan tidak ditemukan kejadian trauma dental pada responden yang diteliti.
Kata kunci: Kesehatan gigi dan mulut, trauma dental, penderes nira, pengobatan gigi dan mulut


