Analisis Angel Of Take-Off Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Atlet Jawa Tengah Berbasis Biomekanika

  • Topo Suhartoyo Jurusan Pendidkan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal soedirman
  • Tegar Pangudi Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Mohammad Nanang Himawan Kusuma Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Muhamad Syafei Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Arfin Deri Listiandi Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Andri Arif Kustiawan Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Sains dan Technology, Universitas PGRI Yogyakarta

Abstract

Lompat jauh gaya jongkok terdiri dari fase awalan, menumpu, malayang (gaya) dan pendaratan. Tujuan penelitian menganalisis besar sudut pada fase menumpu/angel of take off pada lompat jauh gaya jongkok atlet jawa tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Waktu dan lokasi penelitian pada bulan Januari 2022 dilaksanakan di GOR Soesilo Soedarman. Teknik sampling menggunakan purposive sampling diperoleh 15 atlet yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan aplikasi kinovea untuk mengetahui besar sudut tubuh pada saat menumpu pada papan tumpu dengan menggunakan bantuan kamera. Hasil penelitian menunjukan bahwa atlet dengan angle of take-off terbesar 22,7° memiliki catatan prestasi tidak lebih baik dari sampel yang menggunakan angle of take-off 20°-21,8° pada angle of take-off dipengaruhi oleh fase-fase di dalam take-off yaitu touchdown, amortisasi dan ekstensi. Atlet  yang menggunakan angle of take-off terendah (9,6°) juga mencatatkan catatan prestasi terendah yaitu 5,00 meter-5,05 meter. Atlet yang menggunakan angle of take-off 11o menghasilkan prestasi yang bervariasi, mulai dari 5,09 meter–5,44 meter. Prestasi tertinggi diperoleh sampel dengan menggunakan angle of take-off antara 20°-21,8° menghasilkan prestasi antara 6,06 meter – 6,22 meter. Sedangkan atlet yang menggunakan angle of take-off 22,7° menghasilkan prestasi 5,32 meter.

References

Abbas, I. (2015). Hubungan Motivasi, Kecepatan Lari Dan Panjang Tungkai Dengan Hasil Lompat Jauh. Jurnal Sport Pedagogy, 22-27.

Abidin, Z. (2016). Pemahaman Dasar Sport Science & Penerapan Iptek Olahraga. Jakarta: KONI.

Arief Ibnu Haryanto, N. L. (2021). Korelasi Panjang Tungkai, Power Otot Tungkai Dan Kecepatan Lari Dengan Hasil Lompat Jauh. Jambura Health and Sport Journal, 42-50.

Aziz, M. A., & Yudi, A. A. (2019). Perbedaan Pengaruh Latihan Pliometrik Dan Kecepatan Lari Terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok. Jurnal Patriot, 1(3), 1239–1246.

Fitri, D. (2016). Hubungan Explosive Power Otot TungkaiI Dan Kecepatan Lari 40 Yard Dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok. Riau: Universitas Riau.

Herywansyah, S. d. (2001). Analisis Mekanik Cabang Olahraga. Surakarta: POK-UTP.

Ikadarny. (2019). Kontribusi Daya Ledak Tungkai, Panjang Tungkai dan Kecepatan Lari Terhadap Kemampuan Lompat Jauh. Jendela Olahraga, 25-29.

Irfan, & Salahudin. (2020). Pengaruh Metode Latihan Plyometrics Lari Lompat Rintangan Terhadap Peningkatan Hasil Lompat Jauh Ditinjau Dari Rasio Panjang Tungkai Dan Tinggi Badan. JSES : Journal of Sport and Exercise Science, 3(1), 14. https://doi.org/10.26740/jses.v3n1.p14-22.

Iswan. (2014). Analisis Daya Ledak Tungkai Dan Kecepatan Lari 30 Meter Terhadap Kemampuan Lompat Jauh Pada Siswa Smp Negeri 5 Biromaru. E-Journal Tadulako Physical Education, Health And Recreation, 2(6), 1–14.

Krintina, P. (2018, Juli 21). Gerak Pada Pembelajaran Nomor Lompat Jauh Gaya Jongkok (Konsep gerak biomekanik yang terdapat pada lompat jauh). Implementasi Olahraga, Kesehatan Dan Pendidikan Jasmani Terhadap Upaya Peningkatan Karakter Anak Bangsa, pp. 49-56.

Kumbara, H., & Sukirno, S. (2017). Korelasi Kebutuhan Kalori, Power Otot Tungkai Dan Koordinasi Mata-Kaki Dengan Hasil Lompat Jauh Pada Atlet Pelajar Sumatera Selatan. Journal Physical Education, Health and Recreation, 2(1), 57. https://doi.org/10.24114/pjkr.v2i1.7840

Kurniawan, A. (2002). Implementasi Metode Background Subtraction Dalam Sistem Analisis. Jurnal Teknik Elektro, 461–467.

Mahmudin, D. S. (2020). Dasar Dasar Biomekanika Olahraga. Yayasan Kita Menulis.

Purbasari, T. W. (2013). Penggunaan Software Kinovea Sebagai Alat Kajian Teoritis Materi. Jurnal Pembelajaran Fisika, 322–327.

Rahadian, A. (2019). Aplikasi Analisis Biomekanika (Kinovea Software) Untuk Mengembangkan Kemampuan Lari Jarak Pendek (100 m) . Journal of S.P.O.R.T (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training), 1-8.

Ritzdorf, H. M. (2009). Run! jump! throw! : the official IAAF guide to teaching athletics. Monaco: International Association of Athletics Federations.

Rubiono, F. I. (2018). Analisis Matematis Prediksi Jarak LompatanAtlet Lompat Jauh Berbasis Sudut Tolakan (Take-off). Prosiding Seminar Nasional IPTEK Olahraga (pp. 40-44). Banyuwangi: Fakultas Olahraga Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi .

Sudarmada, I. N. (2015). Biomekanika Olahraga. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wangemann, B. (2001). IAAF Coaches Education and Certification System (CECS)-Procedural Guidelines. News Studies Athletics, 65-72.

Wulandari, D. A. (2019). Analisis Gerak Servis Atas Sepak Takraw Pada Atlet Putra Di Sma Negeri Olahraga Sidoarjo. Surabaya: FIO Universitas Negeri Surabaya.

Yusuf, F. I., & Rubiono, G. (2018). Analisis Matematis Prediksi Jarak Lompatan. 40–44.
Published
2022-10-28
How to Cite
SUHARTOYO, Topo et al. Analisis Angel Of Take-Off Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Atlet Jawa Tengah Berbasis Biomekanika. Physical Activity Journal (PAJU), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 61-74, oct. 2022. ISSN 2686-5807. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/paju/article/view/6838>. Date accessed: 24 apr. 2024. doi: https://doi.org/10.20884/1.paju.2022.4.1.6838.