Kecemasan Pada Atlet Cabang Olahraga Bela Diri (Nomor Tarung)

  • Ajeng Dian Purnamasari Universitas Jenderal Soedirman
  • Ayu Rizky Febriani Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Kusnandar Kusnandar Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Gangguan kecemasan menjadi salah satu gangguan yang sering muncul pada perjalanan performa atlet mecapai prestasi. kecemasan ini merupakan gangguan yang terjadi selalu dengan latar belakang atau pemicu. Untuk dapat menghindari kecemasan ini dapat mempelajari berbagai pemicu dari terjadinya kecemasan ini secara spesifik berdasarkan pada setiap cabang olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai kemungkinan pemicu kecemasan pada atlet bela diri (nomor tarung) di Kabupaten Banyumas baik atlet laki-laki maupun atlet perempuan. penelitian ini bersubjekkan atlet bela diri yang berdomisili di Kabupaten Banyumas sebanyak 163 atlet bela diri dari cabang olahraga Pencak Silat, Taekwondo dan Karate, dengan pengalaman bertanding minimal pada kejuaraan tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan naturalistik dalam proses pengambilan data. Data diperoleh dengan penyebaran kuisioner serta melakukan pengecekan pernyataan dengan wawancara mendalam. Penganalisisan data dilakukan dengan menghitung presentase dari seluruh data yang saling mendukung dan mereduksi data yang tidak memberikan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah informasi tentang penyebab paling dominan munculnya kecemasan yang biasanya terjadi pada atlet bela diri pada atlet Banyumas dari masing-masing kecabangan tersebut. Simpulan yang didapat dari penelitian ini kecemasan paling dominan adalah 1) Terdapat 9 pemicu kecemasan pada atlet laki-laki cabang olahraga beladiri nomor tarung, dengan pemicu paling dominan adalah pikiran tentang ingin segera bertanding dan Beban pikiran tentang strategi mengalahkan. 2) Terdapat 8 pemicu kecemasan pada atlet perempuan cabang olahraga beladiri nomor tarung, dan yang paling dominan adalah ketakutan akan kekalahan. 3) Pada atlet laki-laki pemicu kecemasan yang paling mendominasii adalah bentuk agresifitas dan pada perempuan lebih memunculkan sisi perasaan sensitif.

References

Benson, H. dan Klipper, M. Z. (2000). Bebas Stres dalam 10 Menit: Metode Respon Relaksasi. Bandung: Kaifa.

Broverman, IK. et. al. (1972). Sex-role Stereotypes and Clinical Judgments of Mental Health. Journal of Conseling and Clinical Psichology [34]:1-7.

Dwiyono, Frenky. (2009). Kecenderungan Berprilaku Agresif Ditinjau dari Identitas Peran Gender. Skripsi. Program Studi Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Kamnuron, A., Hidayat, Y., & Nuryadi, N. (2020). Perbedaan Kepercayaan Diri Pada Siswa yang Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga. Physical Activity Journal. https://doi.org/10.20884/1.paju.2020.1.2.2394

Maccoby, E. dan Jacklin, CN. (1974). The Psychology of Sex Defferences. Stanford Ca: Stanford University Press.

Nossek, Y. (1995). Teori Latihan Umum. Surakarta: UNS Pers.

Purnamasari, A. D., Kusnandar, K., & Febriani, A. R. (2019). Bentuk Pemicu Kecemasan Atlet Pencak Silat. Jurnal Pendidikan Olahraga. https://doi.org/10.31571/jpo.v8i2.1109

Rushall, Brent. (2008). Mental Skill Training for Sport. San Diego State University and Sport Science Associates.

Septianingrumg, kartika. et. al (2018). Kontribusi Kondisi Fisik terhadap Performa Drag Flick. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan, Vol. 3 No. 2 (513-517).

Sugiyono, P. D. (2016). metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D. In Alfabeta, cv. Bandung: Alfabeta.

Wenar, C., & Kerig, P. (2000). Developmental psychopathology: From infancy through adolescence.
Published
2020-10-30
How to Cite
PURNAMASARI, Ajeng Dian; FEBRIANI, Ayu Rizky; KUSNANDAR, Kusnandar. Kecemasan Pada Atlet Cabang Olahraga Bela Diri (Nomor Tarung). Physical Activity Journal (PAJU), [S.l.], v. 2, n. 1, p. 56-69, oct. 2020. ISSN 2686-5807. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/paju/article/view/3082>. Date accessed: 25 feb. 2021. doi: https://doi.org/10.20884/1.paju.2020.2.1.3082.