RUMAH BACA UNTUK MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI BAGI SANTRI TPQ
Abstract
TPQ Taman Pesona Teluk mempunyai staf pengajar berjumlah dua orang. Ada pun jumlah santri saat ini empat puluh tiga orang. Rentang usia para santri 4 tahun sampai dengan 12 tahun. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tim pengabdi, teknik yang dilakukan pengajar dalam mengajarkan santri membaca buku Iqro’ dengan cara bergiliran. Santri satu per satu bergantian membaca buku Iqro’ yang didampingi oleh pengajar. Sementara itu, santri lain yang belum mendapatkan giliran membaca melakukan berbagai macam aktivitas. Akibatnya pembelajaran di TPQ menjadi tidak kondusif. Tim pengabdi menawarkan gagasan berupa rumah baca untuk menumbuhkan budaya literasi bagi santri TPQ Taman Pesona Teluk. Rumah baca ini dikhususkan bagi santri yang menunggu giliran membaca buku Iqro’. Metode yang digunakan adalah bercerita. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di TPQ Taman Pesona Teluk dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari sebelum ada rumah baca, santri yang menunggu giliran mengaji melakukan aktivitas membaca berjumlah 13 orang dengan prosentase sebesar 30,23%. Setelah ada rumah baca, santri yang menunggu giliran mengaji melakukan aktivitas membaca berjumlah 34 orang dengan prosentase sebesar 79,06%. Terdapat peningkatan sebesar 48,83%. Setelah ada rumah baca pembelajaran di TPQ berjalan dengan kondusif.
References
Fahrianur, Monica, R., Wawan, K., Misnawati, Nurachmana, A., Veniaty, S., & Ramadhan, I. Y. (2023). Implementasi Literasi di Sekolah Dasar. Journal of Student Research (JSR), 1(1), 102–113. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jsr.v1i1.958
Nurbaeti, Mayasari, A., & Arifudin, O. (2022). Penerapan Metode Bercerita Dalam Meningkatkan Literasi Anak Terhadap Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Tahsinia, 3(2), 98–106. https://doi.org/https://doi.org/10.57171/jt.v3i2.328

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.