OPTIMALISASI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DALAM UPAYA PROAKTIF PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI DESA LEDUG, KECAMATAN KEMBARAN
Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menjadi salah satu penyakit infeksi penyebab kematian terbesar. WHO mencatat bahwa TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian secara global. Infeksi TBC ditularkan melalui udara (airbone spreading) dari droplet pasien terinfeksi. Insiden kejadian TBC meningkat 4,6% antara Tahun 2020-2023 dan Global Report 2024 dari WHO mencatat Indonesia menjadi salah satu dari lima negara dengan masalah TBC terbesar di Asia. Data Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Banyumas menyumbang 3,86% kasus penemuan TBC pada Tahun 2023 di Jawa Tengah. Pengabdian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotive) pada penyakit tuberkulosis, meningkatkan kepatuhan pasien minum obat (kuratif) untuk meningkatkan efektifitas pengobatan TBC serta mencegah resistensi multi drug resistant TBC (MDR-TB) di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode penyuluhan melibatkan kader kesehatan dan keluarga pasien TBC di Desa Ledug, serta kolaborasi dengan tenaga ahli bidang kesehatan untuk memberi upaya PROAKTIF (preventif, promotif, dan kuratif) penanganan TBC melalui Pengawas Minum Obat (PMO) kepada pasien dan keluarga pasien TBC. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis dengan Wilcoxon-test (p-value <0,05). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memberi dampak bagi kader kesehatan dan keluarga pasien TBC sebagai agen PMO yang berwawasan.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. (2024). Jumlah kasus penyakit menurut kecamatan dan jenis penyakit di Kabupaten Banyumas, 2023. https://banyumaskab.bps.go.id/id/statistics-table/1/NTkzIzE=/jumlah-kasus-penyakit-menurut-kecamatan-dan-jenis-penyakit-di-kabupaten-banyumas-2023.html
Baroroh, H. N., Utami, E. D., Maharani, L., & Mustikaningtias, I. (2018). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi tentang penggunaan antibiotik bijak dan rasional. Ad-Dawaa' Journal of Pharmaceutical Sciences, 1(1), 8–15. https://doi.org/10.24252/djps.v1i1.6425
Burhan, E., Soeroto, A. Y., & Isbaniah, F. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran: Tatalaksana tuberkulosis
Farhanisa, Untari, E. K., & Nansy, E. (2015). Kejadian efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) kategori 1 pada pasien TB paru di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (UP4) Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 3(1).
Jumiyati, N., A, N. S., & Margawati, A. (2014). Pengaruh modul terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik kader dalam upaya pemberian ASI eksklusif. Gizi Indonesia, 37(1), 19–28. https://doi.org/10.36457/gizindo.v37i1.147
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/755/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Kusmiyani, O. T., Hermanto, H., & Rosela, K. (2024). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur. Jurnal Surya Medika, 10(1), 139–151. https://doi.org/10.33084/jsm.v10i1.7165
Pratiwi, H., Nuryanti, N., Fera, V. V., Warsinah, W., & Sholihat, N. K. (2016). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi atas informasi obat. Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(1), 10–15. https://doi.org/10.26874/kjif.v4i1.51
Purgiantari, P., Suryoputri, M. W., & Endriastuti, N. E. (2022). The relationship between knowledge level and adherence to anti-tuberculosis treatment at primary health centers (Puskesmas) in Pekalongan City, Central Java, Indonesia. Acta Pharmaciae Indonesia, 10(2). https://doi.org/10.20884/1.api.2022.10.2.5661
Rejeki, D. S. S., Rahadjo, S., & Nurlaela, S. (2021). Peningkatan kapasitas kader dalam pendampingan penderita tuberkulosis paru di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 4(2), 447–457. https://doi.org/10.29407/ja.v4i2.14947
.




