Sosialisasi dan Pelatihan Manajemen Koperasi Sebagai Penguatan Program Gelari Pelangi PKK Desa Kebocoran
Abstract
Tahun 2024 tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyumas masih di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah, oleh karena itu program penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat perlu ditingkatkan. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP - PKK) sebagai mitra kerja Pemerintah mencanangkan Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), dengan salah satu kegiatanya pengembangan kehidupan berkoperasi yang merupakan program kedelapan dari 10 Program Pokok PKK. Permasalahan dalam wilayah kerja TP – PKK Desa Kebocoran adalah belum terdapat kelompok yang mencirikan kehidupan berkoperasi. Untuk membantu memecahkan masalah tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini melakukan sosialisasi dan pelatihan manajemen Koperasi sebagai penguatan Program Gelari Pelangi. Metode yang akan dilakukan: Koordinasi dengan instansi terkait, PKS dengan mitra, pre-test, sosialisasi, posttest, pelatihan manajemen perkoperasian, dan pemberian bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan: 1). nilai pre- test pemahaman program Gelari Pelangi dan perkoperasian dari 20 perwakilan pengurus PKK rata-rata 6,27; setelah dilakukan sosialisasi nilai rata-ratanya menjadi 9,18, ada kenaikan score nilai rata-rata 2,91; 2). Mitra yaitu TP-PKK dan kelompok PKK RW 2,3 dan 4 berminat melakukan kegiatan pengembangan kehidupan berkoperasi; 3). Mitra membentuk kelompok koperasi yang belum berbadan hukum, dengan jumlah anggota TP-PKK adalah 23 orang, RW II 25 orang, RW III 20 orang dan RW IV 24 orang; 4). Kesepakatan pengelolaan mengenai kepengurusan, simpanan pokok, dan simpanan wajib dilakukan secara musyawarah; 5). Kegiatan ekonomi yang menjadi pilihan adalah kegiatan simpan pinjam. Kesimpulannya bahwa suatu program yang diajukan ke masyarakat akan dapat diterima jika masyarakat benar-benar memahami maksud dan tujuan program serta memberikan kemanfaatan yang nyata bagi mereka.
References
Barokatuminalloh, B., Widayaningsih, N., & Setiarso, O. (2022). Role of institutions to improve farmers’ resilience in facing climate change. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1114.
Dyahrini, W. (2019). Budaya organisasi: Pengaruhnya terhadap kinerja melalui keunggulan bersaing koperasi di Jawa Barat. BISMA (Jurnal Bisnis dan Manajemen), 13(2), 67–77.
Hendar, & Kusnadi. (2005). Ekonomi koperasi. CV. Eureka Media Aksara.
Kadarwati, N., Setyorini, D. S., & Khoirunisa, A. (2022). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha mikro: Studi kasus nasabah PKP Karya Harapan Pemalang. ISOQUANT: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, 6(1), 62–72.
Pemerintah Republik Indonesia. (1992). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Pemerintah Republik Indonesia.
Rahajuni, D., Suprapto, & Rusmusi. (2015). The cooperation institutional to strengthen the KSM PNPM Mandiri Rural Community to improving economic independence (Case study in Banyumas District). International Journal of Economic Research, 13(7), 5595–5606.




