BIAYA DAN PENDAPATAN SERTA NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TIWUL INSTAN (STUDI KASUS UMKM SAMARA BANJARNEGARA)
Abstract
Samara merupakan satu-satunya UMKM yang berada di Desa Karanganyar Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. UMKM Samara sejak tahun 2017 masih eksis mengolah produk lokal singkong menjadi tiwul instan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya merupakan salah satu masalah yang harus diselesaikan. Selain itu UMKM Samara belum mengetahui bagaimana besarnya biaya dan pendapatan serta nilai tambah dari produksi tiwul instan. Artinya mereka belum melakukan analisis biaya dan pendapatan serta nilai tambah agroindustri tiwul instan. Tujuan penelitian adalah menganalisis biaya produksi dan pendapatan serta nilai tambah yang diperoleh dari usaha agroindustri tiwul instan setiap bulan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah studi kasus dan metode deskriptif. Sasaran penelitian adalah UMKM Samara yang memproduksi pangan lokal tiwul instan Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan serta analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya dan pendapatan serta nilai tambah agroindustri tiwul instan pada UMKM Samara Banjarnegara adalah biaya produksi sebesar Rp 3.900.000,-, total penerimaan sebesar Rp 6.000.000,- sedangkan total pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 2.100.000,-. Hal tersebut menunjukkan bahwa agroindustri tiwul instan mampu memberikan keuntungan yang signifikan. Adapun nilai tambah agroindustri tiwul instan yang dihasilkan dari proses adalah Rp 4.000/kg, yang didapat dari selisih antara harga jual produk dengan harga bahan baku dan input lainnya. Rasio nilai tambah dari pengolahan singkong menjadi tiwul instan adalah 66,66%, menunjukkan bahwa pengolahan singkong menjadi tiwul instan memberikan nilai tambah yang signifikan. Hal tersebut berarti bahwa pengolahan singkong menjadi tiwul instan memerikan nilai tambah yang tinggi.
References
BPS Kabupaten Banjarnegara. (2021). Kabupaten Banjarnegara dalam angka 2021. BPS Kabupaten Banjarnegara.
Intyas, C. A. (2020). Analisis nilai tambah usaha kerupuk ikan cumi di Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. JFMR: Journal of Fisheries and Marine Research, 4(2), 214–221.
Lestari, N. (2013). Participatory rural appraisal. https://nistyadya.blogspot.com/2013/05/makalah-pemberdayaan-masyarakat.html
Mu'iz, M. A., Hendrarini, H., & Rizkiyah, N. (2023). Analisis nilai tambah agroindustri keripik singkong di Kabupaten Tuban (Studi kasus pada UD. Sumekar Pratiwi Desa Prunggahan Wetan Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban). Jurnal Mediagro, 19(3), 332–343.
Sri Sunarsi, Sugeng A., M., Wahyuni, S., & Ratnaningsih, W. (2011). Memanfaatkan singkong menjadi tepung mocaf untuk pemberdayaan masyarakat Sumberejo. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2011 LPPM Univet Bantara Sukoharjo, 306–310.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu usahatani (Edisi revisi). Penebar Swadaya.




