MEMBANGUN EKOSISTEM PESANTREN INKLUSIF: PENGUATAN LITERASI ANTI-BULLYING SANTRI DARUL FALAH
Abstract
Bullying masih menjadi isu krusial dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Pondok Pesantren Darul Falah Purwokerto tergolong berisiko karena memiliki jumlah santri yang besar dan heterogenitas asal daerah. Pengelolaan pencegahan belum terstruktur dan belum memiliki standar baku. Unit aduan dan regulasi internal juga belum tersedia. Akar persoalan meliputi kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang bullying di antara santri dan pengurus pesantren; minimnya dukungan psikologis bagi korban bullying; dan kurangnya kebijakan yang tegas dan belum ada SOP prosedur pencegahan dan penanganan bullying. Solusi yang ditawarkan berupa Edukasi dan Sosialisasi Bullying kepada para santri di Pondok Pesantren Darul Falah. Metode yang digunakan berupa seminar interaktif dan pendampingan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam 5 sesi dengan jumlah peserta 40 santri. Pada sesi pertama dilaksanakan Pre-test untuk mengukur pemahaman santri terhadap bullying. Pada sesi kedua para peserta mengikuti pemaparan materi bullying oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Sesi ketiga berupa dialog interaktif dan tanya jawab. Adapun sesi keempat berupa diskusi kelompok untuk menyelesaikan studi kasus kemudian dilanjutkan dengan presentasi kelompok dalam memberikan problem solving atas studi kasus yang diberikan. Pada sesi ini Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus memberikan masukan dan pendampingan. Sesi kelima dilaksanakan Post-test untuk mengetahui pemahaman peserta pasca kegiatan dan diakhiri dengan penutup. Program ini diharapkan mampu memperkuat literasi dan kesadaran anti-bullying, sekaligus mewujudkan ekosistem pondok pesantren yang aman, inklusif, dan bebas bullying.
References
Arif, M., Aziz, M. K. N. A., & Abdurakhmonovich, Y. A. (2024). Trend strategy to prevent bullying in Islamic boarding schools (Pesantren). Jurnal Ilmiah Peuradeun, 12(2), 639–670. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v12i2.1087
Asmuki, A., & Aluf, W. A. (2018). Pendidikan karakter di pesantren. Edupedia, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.35316/edupedia.v2i2.325
Baedowi, M., Sumantri, R. A., & Munasib, M. (2023). Pembentukan akhlakul karimah pada siswa Kelompok Bermain (KB) Miftahul Anwar melalui program parenting. Indonesian Journal of ..., 3(1), 1–7.
Borualogo, I. S., & Casas, F. (2023). Sibling bullying, school bullying, and children’s subjective well-being before and during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Child Indicators Research, 16(3), 1203–1232. https://doi.org/10.1007/s12187-023-10013-5
Chamadi, M. R., Kuntarto, K., Musmuallim, M., & Baedowi, M. (2023). The phenomenon of religious activities in the digital era: Studies on Indonesian students. Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(1), 169–194. https://doi.org/10.22515/albalagh.v8i1.6215
Damopolii, M., Shabir U, M., & Burga, M. A. (2023). The phenomenon of punishment at pesantren in South Sulawesi: An Islamic law and Islamic education approaches. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(3), 1643. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i3.18207
Emilda, E. (2022). Bullying di pesantren: Jenis, bentuk, faktor, dan upaya pencegahannya. Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 198–207. https://doi.org/10.32923/kjmp.v5i2.2751
Ernawati. (2018). Sosialisasi meningkatkan kesadaran santri terhadap tindakan bullying di pesantren. Jurnal Abdi MOESTOPO, 1(2), 38–44.
Fadhilah, S. S., Sitasari, N. W., & Safitri, M. (2021). Gambaran perilaku bullying santri di pondok pesantren. JCA Psikologi, 2(3), 247–254.
Kuntarto. (2016). Pola relasional agama dan budaya perspektif studi ke-Islam-an. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam, 3(2), 165–170. https://doi.org/10.33507/annidzam.v3i2.23
Kuntarto. (2017). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan seni baca Al-Qur'an pada santri di Pesantren An-Najah Purwokerto. Prosiding Seminar Nasional LPPM Unsoed, 7(1).
Lester, L., Pearce, N., Waters, S., Barnes, A., et al. (2017). Family involvement in a whole-school bullying intervention: Mothers’ and fathers’ communication and influence with children. Journal of Child and Family Studies, 26.
Novianto, P., Hantoro, M., Budiman, A., Dewi, L., Sita, S. D., Noverdi, H., Ekkuinbang, P. S., Suryani, A. S., Prasetiawan, T., Ade, T., Masyithah, S., Yosephus, A. A., Kesra, M., Trias, Y. I., Febryka, P. K. L., Mohammad, N., Nur, T., Fieka, S. P. S., Koordinator, N. A., et al. (2024, October 1). Kekerasan pada anak di satuan pendidikan. IDN Times.
Nurlelah, & Mukri, S. G. (2019). Dampak bullying terhadap kesehatan mental santri. Journal of Islamic Education, 3(1), 72–86.
Widyaningsih, R., Kuntarto, K., & Chamadi, M. R. (2019). Edukasi deteksi dini radikalisme bagi santri di Pesantren Darul Abror Purwokerto. Dinamika Journal, 1(3), 28–36.
Widyaningsih, R., Kuntarto, K., & Chamadi, M. R. (2020). Pembentukan karakter santri Pancasilais guna menangkal paham radikalisme. Prosiding Seminar Nasional LPPM Unsoed, 9(1).
Widyaningsih, R., Kuntarto, K., & Chamadi, M. R. (2021). Pembentukan karakter Pancasilais guna menangkal paham radikalisme di Pondok Pesantren Darul Abror: Kelompok diskusi sebagai penguatan anti radikalisme. Prosiding Seminar Nasional LPPM Unsoed, 10(1).
Yani, A. L., & Lestari, R. (2015). Mengalami bullying di pesantren: Mengamankan diri sendiri walaupun tiada gunanya. UNIMMA Journal, 17(7), 178–180.
Zakiyah, E. Z., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




