ANALISIS PENGGUNAAN OUTDOOR SIGN DI KAWASAN BANJOEMAS KOTA LAMA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi persebaran outdoor signs di kawasan Banjoemas Kota Lama, (2) mengkategorikan persebarannya, dan (3) menganalisis fungsi penggunaan bahasa pada outdoor signs. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis, dan interpretasi. Data dikumpulkan melalui: (1) survei lapangan (identifikasi, dan kategorisasi outdoor signs) serta dokumentasi foto dan video, (2) wawancara dan kuesioner dengan pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, pemerintah daerah, dan wisatawan untuk mengetahui persepsi mereka terhadap penggunaan outdoor signs di Banjoemas Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Segmen I (area permukiman) dijumpai ada 69 outdoor signs berupa informasi nama toko, promosi, petunjuk arah, dan larangan, dengan fungsi bahasa yang dominan adalah komersial atau promosi. Segmen ini sebaiknya dioptimalkan untuk memperkuat identitas lokal (sense of place) guna meningkatkan daya tarik, vitalitas, dan citra kawasan cagar budaya. Pada Segmen II (kompleks Pendopo Lama/Kantor Kecamatan Banyumas) dijumpai ada 12 outdoor signs. Fungsi bahasa yang ada di segmen ini adalah sebagai informasi, dan identifikasi tempat. Area ini menekankan area cagar budaya sebagai daya tarik wisata serta kualitas ruang terbuka sebagai wadah ekspresi dan apresiasi budaya. Pada Segmen III (Alun-alun Banyumas) dijumpai ada 18 outdoor signs. Fungsi bahasa pada area ini sebagai promosi, informasi arah, dan larangan. Segmen ini diharapkan dapat mempertegas karakter sejarah dan budaya kawasan sekaligus menyesuaikan fungsi utama sebagai ruang terbuka hijau publik. Kesimpulannya, penggunaan outdoor signs di Banjoemas Kota Lama sangat beragam, dan didominasi dengan fungsi promosi. Pengalaman berkunjung wisatawan akan meningkat jika pemerintah mampu menyediakan sistem informasi wisata yang baik, tertata dan disesuaikan dengan identitas kota lama.
References
2. Huang, H., Gartner, G., & Krisp, J. M. (2017). Way to Go! Automatic Optimization of Wayfinding Design. arXiv preprint arXiv:1706.08891.
3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2023). Revitalisasi Kawasan Kota Lama Banyumas rampung, wujudkan ruang publik bersejarah. Jakarta: PUPR Press Release.
4. Ma, X., Li, Y., Wang, H., & Wang, S. (2025). Applied research on the design of signage and wayfinding system of historic blocks from the perspective of urban culture. Journal of Urban Design Studies, 14(1), 45-59. https://doi.org/10.1016/j.juds.2025.01.004
5. Mahayana, N. (2022). Public signs in heritage area of Denpasar City: A linguistic landscape study. Proceeding of the International Conference on Language, Culture, and Communication, 2(1), 45-54.
6. Mulyawan, I. W. (2019). Impact of tourism on vernacular outdoor signs in Ubud, Bali. ISVS e-Journal, 6(1), 85-94.
7. Oda, R., Syamsuddin, R., & Rahman, S. (2025). The linguistic landscape of Baubau City: Between identity and tourism. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 741, 101-110.
8. Pemerintah Kabupaten Banyumas. (2023). Laporan Revitalisasi Kawasan Kota Lama Banyumas Tahun Anggaran 2023. Banyumas: Dinas PUPR Banyumas.
9. Purnawati, D. (2025). Linguistic landscape and cultural representation in tourism signage: A study of Yogyakarta heritage sites. Cogent Education, 12(1), 1-14. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2444045
10. Schrom-Feiertag, H., et al. (2016). Evaluation of wayfinding systems based on agent-based simulations. arXiv preprint arXiv:1611.02459.
11. Shohamy, E., & Gorter, D. (Eds.). (2009). Linguistic landscape: Expanding the scenery. New York: Routledge.
12. Sutikno, F., & Rahmawati, D. (2023). Revitalisasi kawasan heritage sebagai strategi pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Tata Kota dan Pariwisata, 9(2), 134-148.
13. Transport for London. (2015). Legible London design standards: Wayfinding strategy for an inclusive city. London: TfL Press.
14. Zhou, H. (2024). Designers vs. non-designers in urban wayfinding: Visual perception and signage design. Sustainability, 16(22), 9653. https://doi.org/10.3390/su16229653




