PENDEKATAN ANALISIS FAKTOR PRODUKSI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS AYAM NIAGA PETELUR PADA KANDANG TERBUKA DENGAN SISTEM BATERAI UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN
Abstract
Telur ayam menjadi sumber protein hewani yang vital untuk gizi masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Meningkatkan produktivitas ayam layer adalah strategi penting untuk menjaga ketersediaan pangan hewani berkualitas. Penelitian ini menganalisis bagaimana kondisi lingkungan (suhu dan kelembaban), model kandang, serta kepadatan ayam mempengaruhi produktivitas ayam layer pada peternakan modern. Kami menggunakan kandang terbuka dengan sistem baterai berisi 1, 2, dan 3 ekor per baterai. Data dikumpulkan melalui survei langsung pada 20,000 ekor ayam di 7 unit kandang layer Inti Mas Farm, Banyumas, Jawa Tengah. Parameter yang diamati mencakup suhu dan kelembaban harian, model baterai dengan berbagai isi, desain kandang dengan jalur berbeda, tingkat kepadatan ayam, dan produksi telur harian. Analisis menggunakan regresi linier berganda untuk menentukan kontribusi setiap variabel terhadap produktivitas. Hasilnya menunjukkan kondisi lingkungan, khususnya suhu dan kelembaban, berpengaruh signifikan pada produksi telur. Kisaran optimal adalah 18-28°C dengan kelembaban ideal 60-70%. Kandang baterai berisi 1 ekor menghasilkan produktivitas per ekor tertinggi, diikuti isi 2 ekor. Kandang berisi 3 ekor menunjukkan penurunan produksi karena kompetisi pakan dan stres yang meningkat. Namun dari segi efisiensi ruang dan investasi, baterai berisi 2 dan 3 ekor lebih ekonomis. Model kandang dengan konstruksi satu jalur isi 1 V dibandingkan 2 V dan 4 V tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas telur. Penelitian ini membuktikan bahwa manajemen kondisi lingkungan dan pemilihan model kandang yang tepat adalah kunci meningkatkan produktivitas ayam layer. Optimalisasi produktivitas telur dapat mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan asupan gizi masyarakat melalui ketersediaan protein hewani berkualitas.
References
Dzuhri, A., Manullang, J. R., & Wibowo, A. (2022). Produktivitas ayam petelur fase layer dengan tingkat kepadatan kandang baterai dan umur berbeda. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.30872/jpltrop.v5i1.6339
Gustira, D. E., Riyanti, & Kurtini, T. (2015). Pengaruh kepadatan kandang terhadap performa produksi ayam petelur fase awal grower. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(1), 87–92.
Ishak, F., Wardhana, I. A. R., Mutiara, G. A., Periyadi, & Meisaroh, L. (2024). Improving the productivity of laying hens through a modern cage cleanliness monitoring system that utilizes integrated sensors and IoT technology. Journal of Robotics and Control (JRC), 5(4), 992–1001. https://doi.org/10.18196/jrc.v5i4.21610
Kim, D.-H., Lee, Y.-K., Kim, S.-H., & Lee, K.-W. (2021). The impact of temperature and humidity on the performance and physiology of laying hens. Animals, 11(1), Article 56. https://doi.org/10.3390/ani11010056
Sasvia Candra, D., & Kustanti, N. O. A. (2024). Pengaruh kepadatan baterai terhadap produktivitas ayam petelur dalam kandang closed house. AVES: Jurnal Ilmu Peternakan, 17(2), 12–20. https://doi.org/10.35457/aves.v17i2.3600
Setiawati, T., Afnan, R., & Ulupi, N. (2016). Performa produksi dan kualitas telur ayam petelur pada sistem litter dan cage dengan suhu kandang berbeda. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 4(1), 197–203.




