PENINGKATAN KEBERLANJUTAN EKOSISTEM DAN POTENSI BLUE CARBON DENGAN PENANAMAN MANGROVE DI HUTAN MANGROVE KEBUMEN
Abstract
Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial yang sangat vital. Selain berperan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, mangrove juga memiliki potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon biru (blue carbon). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Hutan Mangrove Kebumen dengan tujuan meningkatkan keberlanjutan ekosistem pesisir, merehabilitasi kawasan yang mengalami degradasi, serta memanfaatkan potensi blue carbon dalam upaya pengurangan emisi karbon. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan jangka panjang. Selain itu, dilakukan sosialisasi dan edukasi lingkungan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya peran mangrove. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan tutupan vegetasi mangrove, perbaikan kualitas lingkungan pesisir, serta tumbuhnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara konservasi ekosistem pesisir dengan pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga mangrove dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan ekologi sekaligus memberikan kontribusi nyata pada mitigasi perubahan iklim.
References
2. Cahyaningsih, A. P., Deanova, A. koza, Pristiawati, Celin Maylani Umuluddin, Y. I., Kusumawati, L., & Setyawan, A. dwi. (2022). Review: Causes and impacts of anthropogenic activities on mangrove deforestation and degradation in Indonesia. International Journal of Bonorowo Wetlands, 12(1), 12-22. https://doi.org/10.13057/bonorowo/w120102
3. Choudhary, B., Dhar, V., & Pawase, A. S. (2024). Blue carbon and the role of mangroves in carbon sequestration: Its mechanisms, estimation, human impacts and conservation strategies for economic incentives. Journal of Sea Research, 199, 102504. https://doi.org/10.1016/j.seares.2024.102504
4. Donato, D. C., Kauffman, J. B., Murdiyarso, D., Kurnianto, S., Stidham, M., & Kanninen, M. (2011). Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics. Nature Geoscience, 4(5), 293-297. https://doi.org/10.1038/ngeo1123
5. Ebeler, L., Balke, T., Laurie, E., Le, H., Nguyen, T., & Renaud, F. G. (2025). Local-scale impacts of mangrove restoration and conservation on coastal communities in two Vietnamese deltas: Socio-economic and institutional dynamics. Ocean & Coastal Management, 269, 107812. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2025.107812
6. Hua, H. H., Cremin, E., Huynh, D. Van, Long, G., & Renaud, F. G. (2024). Impacts of aquaculture practices on the sustainability of social-ecological systems in coastal zones of the Mekong Delta. Ocean & Coastal Management, 258, 107392. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2024.107392
7. Yamamoto, Y. (2023). Living under ecosystem degradation: Evidence from the mangrove-fishery linkage in Indonesia. Journal of Environmental Economics and Management, 118, 102788. https://doi.org/10.1016/j.jeem.2023.102788




