PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN

  • Ika Maulida Nurrahm Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta

Abstrak

Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia (WHO, 2024). Malnutrisi pada pasien TB berkontribusi terhadap hasil pengobatan yang buruk dan peningkatan resiko mortalitas. Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengimplementasikan program pemberian makanan tambahan (PMT) sejak awal 2024 sebagai terapi tambahan untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh PMT harian terhadap keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.Metode penelitian yang digunakan merupakan studi kohort retrospektif dengan menganalisis data 783 pasien TB periode 2023-2024 yang ditarik dari aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Pasien yang diobati pada tahun 2024 memperoleh PMT susu bubuk protein harian melalui Puskesmas, sedangkan pasien tahun 2023 tidak memperoleh PMT. Keberhasilan pengobatan dinilai berdasarkan kriteria program TB nasional. Analisis statistik menggunakan uji chi-square menemukan tidak adanya perbedaan signifikan dalam tingkat keberhasilan pengobatan antara kelompok yang menerima PMT dan kelompok yang tidak menerima PMT (p = 0,714). Temuan ini mengindikasikan bahwa PMT harian tidak secara statistik meningkatkan keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.Tidak ditemukan hubungan signifikan antara PMT dengan keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Faktor yang mungkin berpengaruh pada temuan tersebut meliputi kepatuhan konsumsi PMT yang tidak terpantau, kemungkinan distribusi PMT kepada anggota keluarga lain, serta faktor kepatuhan berobat pasien. Strategi pengendalian TB yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan dukungan nutrisi dengan pemantauan kepatuhan pengobatan yang lebih ketat serta dukungan sosial. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi strategi implementasi yang lebih efektif dalam program suplementasi nutrisi untuk pasien TB.

Referensi

Anyanti, J., Akuiyibo, S., Idogho, O., Ohuneni, S., & Isiguzo, C. (n.d.). Assessment of factors contributing to TB treatment adherence among patients on TB treatment in Kano State, Nigeria: A case study. *Journal of Tuberculosis Research, 8*, 209–222.

Bhargava, A., Chatterjee, M., Jain, Y., & Bhargava, M. (n.d.). Nutritional status of adult patients with pulmonary tuberculosis in rural central India and its association with mortality. *PLoS ONE, 8*, e77979.

Bhattacharya, S., & Singh, A. (n.d.). Why tuberculosis control programmes fail? Role of microlevel and macrolevel factors: An analysis from India. *Journal of Family Medicine and Primary Care, 6*, 817–823.

Degefa, M. G., Mulugeta, A., Kahsay, Z. H., & Belachew, A. B. (n.d.). Barriers and facilitators of nutrition assessment, counseling, and support for tuberculosis patients: A qualitative study. *BMC Nutrition, 7*, 1–12.

Nugrahaeni, D. K., & Rosmalaningrum, L. (n.d.). Risk factors in pulmonary tuberculosis treatment failure. *Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 15*, 164–171.

Suroya, E., Maulina, A. K., Anwar, D. K., Kasron, K., & Wibowo, F. N. (n.d.). Pemberian makanan tambahan tinggi protein pada pasien TBC di Kelurahan Tambakreja, Cilacap Selatan. *Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Irsyad, 7*.
Diterbitkan
2026-07-17
##submission.howToCite##
NURRAHM, Ika Maulida. PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN. Prosiding Seminar Nasonal LPPM UNSOED, [S.l.], v. 15, july 2026. ISSN 2985-9042. Tersedia pada: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/semnaslppm/article/view/21849>. Tanggal Akses: 18 july 2026

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##