BANK SAMPAH “RESIK” MENGADOPSI PENGELOLAAN SAMPAH ALA JEPANG: IMPLEMENTASI DI LINGKUNGAN RW 10 KELURAHAN SUMAMPIR SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN

  • Yusida Lusiana Universitas Jenderal Soedirman
  • Wisnu Widjanarko Universitas Jenderal Soedirman
  • S. Bekti Istianto Universitas Jenderal Soedirman
  • Zaroh Irayani Universitas Jenderal Soedirman
  • Resya Nur Intan Putri Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Lingkungan RT 1–3 RW 10 Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara telah memiliki kepengurusan Bank Sampah “Resik”, selama pelaksanaannya terdapat tantangan signifikan dalam pengelolaan sampah, yaitu hingga kini belum memiliki tempat untuk menampung sampah menjadi hambatan utama dalam operasionalnya. Selain itu, sebagian besar warga masih memiliki pemahaman yang terbatas tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang efektif dan berkelanjutan, menyebabkan kurangnya partisipasi optimal dalam program Bank Sampah. Sebagai solusi, pengabdian ini bertujuan untuk membangun sebuah ruangan khusus yang berfungsi ganda yaitu tempat penampungan sampah sementara sekaligus ruang komunikasi dan edukasi. Mengadopsi konsep pengelolaan sampah ala Jepang, yang menekankan pada pemilahan sampah yang detail, dan disiplin dalam membuang sampah sesuai kategori. Ruangan ini dirancang agar representatif dan mampu mendukung kegiatan operasional Bank Sampah. Selain itu, ruang ini akan digunakan untuk sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk pemilahan, daur ulang, dan kompos. Metode yang diterapkan mencakup pendekatan partisipatif, dimulai dengan survei kebutuhan masyarakat, perencanaan bersama, dan pelaksanaan pembangunan ruangan. Program ini juga melibatkan pelatihan langsung tentang metode pemilahan sampah yang mengacu pada praktik Jepang dan penyediaan materi edukasi tentang pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat RW 10 Kelurahan Sumampir Kecamatan Purwokerto Utara, pengurus Bank Sampah, dan warga. Luaran yang ditargetkan adalah adanya ruangan representatif yang mendukung operasional Bank Sampah dan peningkatan pemahaman serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan mengadopsi nilai dan praktik pengelolaan sampah ala Jepang, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

References

Awaliyah, G. (2024). Limbah Makanan Sumbang Hingga 10 Persen Emisi Gas Rumah Kaca.
BBC. (2024). Mottainai: In Japan, Creativity is Key to a No-Waste Ideal.
Lusiana, Y., et al. (2023). FoodPrint, Sustainable Tourism, and Japanese Pop Food Culture in Manga Series. Proceedings of the International Conference on Academia-Based Tourism Revival 2022 (ABTR 2022).
Lusiana, Y., dkk. (2022). Manga Oishinbo: Memahami Filosofi Nihonjinron Melalui Budaya Makan Bangsa Jepang. Riset Dasar Unsoed 2022.
Ohayo Jepang. (2024). Budaya Mottainai, Alasan Orang Jepang Suka Kasih Barang Gratis.
Save The Children. (2022). Krisis Iklim, Sisa Makanan Pengaruhi Pemanasan Global.
Shofuro, A. K., Lusiana, Y., & Widodo, H. (2022). Representasi Shokuiku (Pendidikan Makan) dalam Novel Madogiwa no Totto-Chan.
Solar Kita. (2024). Hampir 50% Sampah di Bumi dari Sisa Makanan: Penyebab, Dampak, dan Solusinya
Published
2026-04-01
How to Cite
LUSIANA, Yusida et al. BANK SAMPAH “RESIK” MENGADOPSI PENGELOLAAN SAMPAH ALA JEPANG: IMPLEMENTASI DI LINGKUNGAN RW 10 KELURAHAN SUMAMPIR SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN. Prosiding Seminar Nasonal LPPM UNSOED, [S.l.], v. 15, apr. 2026. ISSN 2985-9042. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/semnaslppm/article/view/21834>. Date accessed: 18 july 2026.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.