PELATIHAN MANAJEMEN HIPERTENSI KELOMPOK TANI DESA TAMBAKSARI KIDUL
Abstrak
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya pengelolaan hipertensi secara mandiri dan komprehensif. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah minimnya pengetahuan tentang cara mencegah, mendeteksi, dan mengendalikan hipertensi. Banyak individu tidak menyadari faktor risiko yang dapat meningkatkan tekanan darah, tidak memahami cara pengukuran yang benar, dan tidak mengetahui strategi penanganan yang tepat. Salah satu kelompok masyarakat yang berisiko menderita hipertensi adalah petani. Prevelansi hipertensi pada petani lebih tinggi dari masyakarat umum. Hal ini dapat disebabkan paparan pestisida yang digunakan petani. Kandungan bahan kimia dalam pestisida dapat menyebabkan peroksidasi lipid pada dinding pembuluh darah. Hasil penelitian pada petani Desa Tambaksari Kidul didapatkan 48,8% petani menderita hipertensi. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola kesehatan mereka secara mandiri dengan cara memberikan edukasi tentang hipertensi, mengajarkan teknik pengukuran tekanan darah yang akurat, membekali peserta dengan strategi pencegahan dan penanganan hipertensi, dan membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan dengan metode kombinasi ceramah, demonstrasi praktis, dan sesi interaktif. Kegiatan dilakukan pada anggota kelompok tani Desa Tambaksari Kidul sejumlah 20 orang. Kegiatan diawali dengan pembekalan pengetahuan mengenai hipertensi dan faktor risikonya. Pengendalian hipertensi dilakukan melalui pengelolaan stress, pengelolaan diet, senam hipertensi, dan pemberian tensimeter digital yang dapat digunakan untuk skrining dan monitoring tekanan darah pada anggota kelopok tani. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada setiap anggota kelompok setiap bulan, agar dapat dilakukan skrining dan monitoring secara mandiri.
Referensi
Baldwin, T. T., & Ford, J. K. (1988). Transfer of training: A review and directions for future research. *Personnel Psychology, 41*(1), 63–105.
Bandura, A. (1977). *Social learning theory*. Prentice Hall.
BPS Kabupaten Banyumas. (2024). *Kecamatan Kembaran dalam angka 2024*.
Gardner, H. (1993). *Multiple intelligences: The theory in practice*. Basic Books.
Nonterah, E. A., Boua, P. R., Klipstein-Grobusch, K., Asiki, G., Micklesfield, L. K., Agongo, G., ... & Ramsay, M. (2019). Classical cardiovascular risk factors and HIV are associated with carotid intima-media thickness in adults from sub-Saharan Africa: Findings from H3Africa AWI-Gen study. *Journal of the American Heart Association, 8*(14), e011506.
Sbihi, H., Davies, H. W., & Demers, P. A. (2019). Hypertension in noise-exposed sawmill workers: A cohort study. *Occupational and Environmental Medicine, 65*(9), 643–646.
Suarez-Lopez, J. R., Lee, D. H., Porta, M., Strickland, P. T., & Jacobs, D. R., Jr. (2013). Persistent organic pollutants in young adults and changes in glucose-related metabolism over a 23-year follow-up. *Environmental Research, 137*, 485–494.
Wahab, L., & Kurniawan, A. (2023). Pemanfaatan sistem informasi geografis untuk pemetaan lahan: *The utilization of geographic information systems for agricultural land mapping in Kembaran District, Banyumas, Central Java*. *Jurnal Agroindustri Terapan Indonesia, 1*(1), 1–10.