PENERAPAN VERTIKULTUR TANAMAN SAYURAN DI SDN 1 LIMPAKUWUS KECAMATAN SUMBANG UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA MENGKONSUMSI SAYURAN PADA ANAK DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
Abstract
Salah satu karakter yang harus dibentuk sejak usia dini yaitu karakter peduli lingkungan. Penanaman kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan di sekolah dapat dilakukan melalui proses belajar mengajar yang bermuatan pendidikan lingkungan hidup, penyediaan lingkungan sekolah yang asri, dan ditunjang dengan fasilitas sekolah. Perkembangan anak pada usia 6-12 tahun telah mampu menerima pendidikan formal dan menyerap berbagai hal yang ada di lingkungannya. Mitra kegiatan penerapan iptek ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 1 (SD N 1) Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kurikulum merdeka belajar di SD N 1 Limpakuwus telah diadopsi dengan berbasis sumberdaya lokal kerena letak sekolah di wilayah pedesaan lereng Gunung Slamet. Kegiatan menanam tanaman sayuran di polibag salah satu upaya yang dilakukan untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknik budidaya tanaman sayuran secara efektif dan efisien untuk siswa SD N I Limpakuwus, menerapkan teknologi vertikultur budidaya tanaman sayuran yang akan dilakukan dilokasi mitra, membudayakan siswa SD untuk mengkonsumsi sayuran, dan meningkatkan kelestarian lingkungan sekolah. Kegiatan alih teknologi berupa pelatihan, praktek langsung, dan pembuatan demplot di lokasi mitra.
References
Sabani, F. 2019. Perkembangan Anak-anak Selama Masa Sekolah Dasar (6 – 7 Tahun). Didaktika: Jurnal Kependidikan, 8(2): 89-100.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.