PEMBUATAN TEH BUAH TAKOKAK (SOLANUM TORVUM SWARTZ)SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI DESA SIKAPAT SUMBANG

  • Harwoko Harwoko Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Eka Prasasti Nur Rachmani Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Tuti Sri Suhesti Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • M. Salman Fareza Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Data BPS Banyumas melaporkan penyakit tuberkulosis (TB) sebanyak 125 kasus terjadi pada tahun 2020 di Kecamatan Sumbang, Banyumas. Tingginya kasus TB ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama mengakhiri epidemi TB sebagai sasaran SDG 3.3 yang diharapkan dapat tercapai hingga akhir tahun 2030. Program pengabdian masyarakat untuk penerapan IPTEKS ini telah dilaksanakan pada 18 Maret 2023 bertempat di rumah Kepala Desa Sikapat. Kegiatan berupa penyuluhan dan pelatihan ini dihadiri oleh 27 kader kesehatan dan melibatkan 9 mahasiswa program studi pendidikan profesi apoteker dalam pelaksanaan tugas project-based learning. Materi yang disampaikan tentang tuberkulosis di tahun 2022 oleh penanggungjawab program TBC dari Puskesmas Sumbang II. Selain itu, peserta mendapatkan alih pengetahuan dari dosen tentang tanaman takokak (Solanum torvum Swartz) sebagai alternatif obat antituberkulosis. Peserta kemudian dilatih untuk membuat teh buah takokak dalam bentuk rebusan dan seduhan. Pelatihan ini dilakukan dengan metode pre-test, penyampaian materi, diskusi (tanya jawab), demonstrasi, kuesioner, dan post-test. Hasil pre-test dan post-test mengindikasikan bahwa peserta dapat memahami materi yang disampaikan oleh narasumber dengan baik, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata sebesar 62,2%. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa hampir semua peserta suka terhadap warna, aroma, dan rasa teh buah Takokak. Hal ini disebabkan karena kemudahan dalam memperoleh bahan baku serta cara penyajian yang mudah dan praktis. Semua peserta juga lebih menyukai teh dalam bentuk seduhan dibandingkan teh rebusan.

References

Balachandran, C., Duraipandiyan, V., Al-Dhabi, N.A., Balakrishna, K., Kalia, N.P., Rajput, V.S., Khan, I.A., Ignacimuthu, S. (2012). “Antimicrobial and Antimycobacterial Activities of Methyl Caffeate Isolated from Solanum torvum Swartz. Fruit”. Indian Journal Of Microbiology. 52(4): 676-81.
Helilusiatiningsih, N., & Irawati, T. (2021). “Pengaruh Lokasi Tumbuh Terhadap Senyawa Fitokimia pada Buah, Biji, Daun, Kulit Buah Tanaman Takokak (Solanum torvum)”. Buana Sains, 21(1): 29-38.
Joseph M., Nguta, Regina Appiah-Opong, Alexander K., Nyarko, Dorothy Yeboah-Manu, Phyllis G.A., Addo, Isaac Otchere, Abena Kissi-Twum. (2016). “Antimycobacterial and Cytotoxic Activity of Selected Medicinal Plant Extracts”. Journal of Ethnopharmacology. 182: 15.
Kemenkes RI. (2020). Lembar Balik Toss (Temukan Obati Sampai Sembuh) TB (Tuberkulosis). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kristini, T., & Hamidah, R. (2020). “Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita”. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1): 24-28.
Sokhivah, S. (2021). “Evaluasi dan Indikator Keberhasilan Program Intervensi Sosial untuk Perubahan“. Journal of Social Work and Social Services, 2(1): 1-9.
Terracciano, E., Amadori, F., Zaratti, L., Franco, E. (2020). “Tuberculosis: An Ever Present Disease But Difficult To Prevent“. Igiene e sanità pubblica. 76(1): 59-66.
Published
2024-02-06
How to Cite
HARWOKO, Harwoko et al. PEMBUATAN TEH BUAH TAKOKAK (SOLANUM TORVUM SWARTZ)SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI DESA SIKAPAT SUMBANG. Prosiding Seminar Nasonal LPPM UNSOED, [S.l.], v. 13, n. 1, p. 784-789, feb. 2024. ISSN 2985-9042. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/semnaslppm/article/view/10700>. Date accessed: 03 apr. 2025. doi: https://doi.org/10.20884/1.semnaslppm.2024.13.1.10700.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.