OPTIMALISASI PENGETAHUAN TIM PENDAMPING KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS KEMBARAN I
Abstract
Tim pendamping keluarga (TPK) menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka kejadian stunting yang bertugas mengawal keluarga berisiko. Deteksi dini kasus stunting membutuhkan data antropometri yang akurat berupa panjang badan atau tinggi badan saat pengambilan data di posyandu. Berdasarkan Profil Kesehatan Puskesmas Kembaran I tahun 2021 wilayah Puskesmas Kembaran I terdiri dari 8 desa, dengan prevalensi stunting 13.9%. Pengukuran panjang atau tinggi badan belum dilakukan secara rutin di setiap posyandu dengan pertimbangan kader belum terlatih, belum semua posyandu memiliki alat ukur panjang atau tinggi badan, baru tersedia satu setiap desa itu hanya di lokus stunting saja. Tim Pendamping Keluarga masih kurang maksimal dalam memberikan penyuluhan karena terbatasnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Kader TPK diharapkan dapat menjadi media transfer informasi yang tepat untuk mempercepat proses pendidikan gizi dan kesehatan kepada ibu balita. Belum tersedianya sarana media edukasi sebagai upaya peningkatan partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader TPK mengenai deteksi dini stunting diperlukan sebagai upaya perbaikan gizi balita. Alternatif dalam pemecahan masalah peningkatan pengetahuan dengan edukasi dan pemberian ketrampilan dengan pelatihan pengukuran antropometri. Peningkatan Pengetahuan dan peran kader TPK dalam upaya pencegahan stunting pada balita diukur berdasarkan perubahan skor pretest dan posttest dengan uji statistik uji T dependen.
Kata kunci : Tim pendamping keluarga, Antropometri, Stunting
References
Geneva; 2018. Available from: http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/260202/9789241513647-eng.pdf?sequence=1
2. Kemenkes R. Situasi Balita Pendek. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.
3. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. 2021.
4. Langley-Evans SC. Nutrition in early life and the programming of adult disease: A review. J Hum Nutr Diet. 2015;28(s1):1–14.
5. Baye K, Hirvonen K. Evaluation of Linear Growth at Higher Altitudes. JAMA Pediatr. 2020;174(10):977–84.
6. Kementerian PPN/ Bappenas. Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penuruan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota [Internet]. Jakarta; 2018. 1–51 p. Available from: https://www.bappenas.go.id
7. BKKBN. Strategi Implementasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021-2024 LATAR BELAKANG : VISI INDONESIA 2045. 2022;
8. BKKBN. Panduan Pelaksanaan pendampingan Keluarga dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan. Jakarta: Direktorat BIna Penggerakan Lini Lapangan; 2021.
9. Rahardjo S, Wati EK, Aryani AA. Analisis Determinan Stunting Pada Balita Wilayah Pedesaan Dan Perkotaan Sebagai Upaya Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Kabupaten Banyumas (Laporan Penelitian). Purwokerto: LPPM Universitas Jenderal Soedirman; 2021.
10. Sistiarani C, Wati EK, Raharjo S. INTERVENSI CONTINUUM CARE ERA PANDEMI COVID 19 : Penerapan Skrining dan Edukasi Online Oleh Kader Jider Jiteng Pada Sasaran Ibu dan Bayi. Purwokerto: LPPM Universitas Jenderal Soedirman; 2022.
11. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021 [Internet]. Jakarta; 2021. 1–168 p. Available from: https://drive.google.com/file/d/1p5fAfI53U0sStfaLDCTmbUmF92RDRhmS/view
12. Balitbangkes RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 [Internet]. Riset Kesehatan Dasar. RISKESDAS 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013. 1–384 p. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil Riskesdas 2013.pdf
13. Puskesmas Kembaran I. Profil Kesehatan Puskesmas Kembaran I Tahun 2021. Kabupaten Banyumas; 2021.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.