PELATIHAN PEMBENIHAN PELATIHAN PEMBENIHAN SEMI INTENSIF IKAN GOLDEN KAVIAT DI UK 'BELVA FISH' UNTUK DIVERSIFIKASI KOMODITAS BUDIDAYA

  • Dian Bhagawati Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Agus Nuryanto Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Suhestri Suryaningsih Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Sri Sukmaningrium Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Atang Atang Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Aswi Andriasari Rofiqoh Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Abstract

Usaha Kecil ‘Belva Fish’ merupakan usaha kelompok penghobi ikan hias yang aktivitas usahanya sudah dikenal dengan memproduksi ikan koi, discus, dan manfish. Pemasarannya sudah mencapai kawasan Pulau Jawa. Selama ini, dalam memelihara ikan koi, dicampur dengan ikan Golden Kaviat yang memiliki kemampuan sebagai pembersih wadah dan memakan parasit yang menempel pada tubuh ikan koi. Oleh karena belum mampu memproduksi ikan Golden Kaviat, maka harus membeli dari luar kota. Adanya permasalahan tersebut, maka telah dilakukan pelatihan pembenihan ikan Golden Kaviat secara semi-intensif melalui pemijahan induksi. Tujuan pelatihan dan pendampingan  ini  adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada  mitra dalam pembenihan ikan Golden Kaviat. Metode yang digunakan partisipatif yang dikombinasi dengan leraning by doing, melalui  tahap:  1) persiapan, 2) implementasi; 3) monitoring dan evaluasi; serta 4) pendampingan (keberlanjutan). Teknologi yang diterapkembangkan berupa pembenihan skala rumah tangga dengan pijah induksi. Kegiatan pelatihan dapat berjalan baik, dan diperoleh data serta informasi bahwa ukuran induk ikan Golden Kaviat betina yang dipijahkan belum matang gonad secara optimal. Induksi hormon yang telah diberikan dua kali dengan interval 6 bulan, sebanyak 0,5ml/kg BB pada induk betina, hanya mampu meningkatkan tahap kematangan gonadnya. Sedangkan pada induk jantan dengan bobot tubuh 200gr telah siap untuk dipijahkan.

References

Allen, D., 2012. Barbonymus schwanenfeldii. The IUCN Red List of Threatened Species2012:e.T181160A1705016. http://dx.doi.org/10.2305/ IUCN.UK.20121.RLTS.T181160A1705016.en.
Bhagawati, D., Nuryanto, A., & Rofiqoh, A. A., & Sukirno, S. 2020b. Inovasi Pembenihan Ikan Pada Lahan Terbatas dengan Optimalisasi Reproduksi dan Wadah Budidaya. Purwokerto, 6-7 Oktober 2020. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers.hal205-211, ISBN 978-602-1643-65-5
Bhagawati,D., Nuryanto A., & Rofiqoh A.A. 2020a. Efektivitas Ketinggian Air Media Dalam Wadah Sederhana Terhadap Inkubasi Telur Ikan Nilem. Prosiding Seminar Nasional Biologi FMIPA UNM, Makassar, 8 Agustus 2020. SBN: ISBN: 978-602-52965-8.
Dewantoro, E., 2015. Keragaan gonad ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) setelah diinjeksi hormon HCG secara berkala. Jurnal Akuatika, 4(1), pp. 1–10. Allen, 2012
Effendie I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara.Yogyakarta.
Gustiano R, Kusmini I, & Ath-thar MFH. 2015. Mengenal Sumber Daya Genetik Ikan Spesifik Lokal Air Tawar Indonesia untuk Pengembangan Budidaya. IPB Press. Bogor. 51 p.
Kusmini, I.I., Gustiano, R., Radona, D., Prakoso, V.A., Putri, F.P. dan Prihadi, T.H., 2016. Karakterisasi fenotipe dan genotipe tiga populasi ikan tengadak, Barbonymus schwanenfeldii. Jurnal Riset Akuakultur, 11(3), pp. 207–216
Nagahama, Y., & Yamashita, M. 2008. Regulation of oocyte maturation in fish. Development, growth & differentiation, 50, S195-S219.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 35/PERMEN-KP/2016 Tentang Cara Pembenihan Ikan Yang Baik.
Rachmawati N.R; Y.Sistina., S.B.I.Simanjuntak, U. Susilo, Hana & Bhagawati, D. 2019 Kabupaten Banyumas. Makalah disampaikan pada Semnas Pengembangan Sumberdaya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan IX. LPPM Unsoed, Purwokerto
Radona, D., Soelistyowati, D.T., Carman, O., Gustiano, T., 2016. Keragaman genotipe dan morfometrik ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) asal Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Jurnal Iktiologi Indonesia, 16(3), pp. 259–268
Setijaningsih L, Asih S. 2011. Keberhasilan pembenihan ikan kelabau Osteochilus melanopleura Blkr sebagai upaya konservasi ikan lokal melalui manipulasi lingkungan dan hormon. Prosiding Forum Nasional Pemacu Sumber Daya Ikan III, 18 Oktober 2011. Instalasi Riset Plasma Nutfah Air Tawar Cijeruk.
Tang, U.M.& Affandi, R. 2001. Reproductive Biology of fish. Coastal and Aquatic Research Center. Riau University, Pekan Baru. 153 pages
Zairin, M. 2003. Endokrinologi Dan Perannya Bagi Masa Depan Perikanan Indonesia. Orasi Ilmiah Guru Besar. Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Published
2024-01-18
How to Cite
BHAGAWATI, Dian et al. PELATIHAN PEMBENIHAN PELATIHAN PEMBENIHAN SEMI INTENSIF IKAN GOLDEN KAVIAT DI UK 'BELVA FISH' UNTUK DIVERSIFIKASI KOMODITAS BUDIDAYA. Prosiding Seminar Nasonal LPPM UNSOED, [S.l.], v. 13, n. 1, p. 158-165, jan. 2024. ISSN 2985-9042. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/semnaslppm/article/view/10452>. Date accessed: 03 apr. 2025. doi: https://doi.org/10.20884/1.semnaslppm.2024.13.1.10452.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.