PENGEMBANGAN BIOEDUWISATA PENGEMBANGAN BIOEDUWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA DAWUHAN KULON KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstract
Kegiatan pembinaan desa ini, direncanakan terlaksana selama 3 tahun dan tahun pertama (2022) telah dilakukan pemetaan potensi wisata berbasis potensi lokal serta penguatan bidang lingkungan. Pelatihan yang telah dilakukan adalah budidaya maggot untuk pengelolaan sampah dan pakan benih ikan, serta pembuatan alat biopori dan pemasangannya di lingkungan desa. Pembuatan biopori dimaksudkan untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurasi resiko banjir. Kegiatan tahun ke dua, difokuskan untuk melakukan revitalisasi potensi di bidang perikanan, pertanian dan program kerja kesehatan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar, yaitu dengan melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap pokdakan, pembudidaya jamur dan pesantren. Anggota pokdakan diajak berdialog melalui FGD dan pendampingan pembuatan pakan ikan, pembudidaya jamur didampingi dalam mengelola kesehatan rumah jamur, sedangkan kepada warga pesantren dilatih untuk mengelola sampah dengan baik dan benar. Terealisasinya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa Dawuhan Kulon
References
Bhagawati, D, Wibowo, D.N., Pramono, H., Sukarsa, Ratnaningtyas, N.I., Rahayu, DRUS, Mumpuni, A., Ambarningrum,T.B., Ardli, E.R., & Prabowo, R.E. 2023b. Upaya Konservasi Air Tanah Di Desa Dawuhan Kulon Kabupaten Banyumas Melalui Implementasi Lubang Resapan Biopori. Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas. 4(5):382-388 (in press).
Dewi, M.H.U., Fandeli, C. & Baiquni, M. 2013. Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara..3 (2):117-226.
Haryanto,R. 2017. Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Mustahwiyah Di Era Globalisasi,‖ Jurnal Pendidikan. 9(2) : 16–32.
Holdnak, A., & Holland, S. M. 1996. Edu-tourism: Vacationing to learn. Parks and Recreation, 31(9), 72-75.
Lehoux P., Blake P. & Daudelin, G. 2006. Focus group research and ‘‘the patient’s view’’. Social Science and Medicine, 63, 2091-2104.
Notoatmodjo, S., 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Rineka Cipta. Jakarta
Nurdiani, L. N., & Muslim, A. 2022. Analisis Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Sebagai Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 4(2), 38-50.
OSHA, 1998, Industrial Hygiene, Occupational Safety and Health Administration, Department of Labor. (https://www.osha.gov/Publications/OSHA3143 /OSHA3143.htm#Industrial)
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 Tentang Air Tanah
Roger,L. F. 1998. Telecomunications Transmission Hanbook Fourth. Edition. New York: John Wiley & Sons,INC.
Rohyati, E., Suryani, R., Hikmah, S., Mayangsari, W., & Riyanto, Y. A. 2019. Memahami Pengelolaan Sampah pada Pendidikan Usia Dini Melalui Moral Reasoning. In Prosiding Seminar Nasional LPPM UMP (Vol. 1, pp. 463-469).
Schultz, P. W. & L. Zelezny. 1999. Values as Predictors of Environmental Attitudes: Evidence for Consistency across 14 Countries. Journal of Environmental Psychology, Vol 19, pp: 255–265.
Sudjoko. 2001. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran Mikro. FMIPA UNY : Yogyakarta.
Wearing, S.L. & Donald, Mc. 2001. “The Development of Community Based Tourism: Re-Thinking The Relationsgip between Tour Operators and Development Agents as intermediaries in rural and isolated area Communities.” Journal of Sustainable Tourism.
Wood, M.E. 2002. Ecotorism: Principles, Practice, and Policies for Sustainability. New York: United Nation Publication

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.