Optimalisasi Peran KUA dan PMR Sekolah Untuk Mendukung Program Zero Thalassemia Banyumas 2030
Abstract
Thalassemia merupakan penyakit genetik dengan beban kesehatan dan ekonomi yang tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Prevalensi pembawa sifat thalassemia di Banyumas diperkirakan mencapai 5–10% populasi, dengan lebih dari 600 pasien aktif menjalani transfusi rutin. Rendahnya kesadaran skrining pranikah serta belum optimalnya peran institusi lokal menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) dan Palang Merah Remaja (PMR) sekolah dalam mendukung Program Zero Thalassemia Banyumas 2030. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi tingkat kabupaten, pelatihan kader penyuluh KUA, pelatihan kader PMR sekolah, serta pengembangan media edukasi berbasis infografis dan video. Kegiatan dilaksanakan di KUA Kecamatan Sumbang dengan melibatkan 40 kader KUA serta pembina dan anggota PMR sekolah. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai skrining pranikah dan komitmen integrasi edukasi thalassemia dalam bimbingan pranikah serta kegiatan peer-education di sekolah. Pendekatan kolaboratif lintas sektor ini memperkuat implementasi Peraturan Bupati Banyumas Nomor 18 Tahun 2022 dan berkontribusi pada upaya preventif menuju Banyumas Bebas Thalassemia 2030.


