MODEL KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN AL-IKHSAN MELALUI PELATIHAN ECO-ENZYM

  • Rohmah Nia Chandra Sari Universitas Jenderal Soedirman
  • Almira Yoshe Alodia Universitas Jenderal Soedirman
  • Ulfah Rosyidah Universitas Jenderal Soedirman
  • Wafirotul Masfuah Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Timbunan sampah organik dapur di lingkungan pondok pesantren sering kali menjadi permasalahan lingkungan akibat belum optimalnya sistem pengolahan limbah mandiri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan dan mengkaji peran Model Komunikasi Partisipatif dalam mendampingi masyarakat Pondok Pesantren Al-Ikhsan dalam mengolah limbah organik dapur menjadi eco enzyme. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini melibatkan santri, dan pengurus pesantren sejak tahap pemetaan masalah, pelatihan peracikan dengan formula 1:3:10, pendampingan masa fermentasi 90 hari, hingga pelembagaan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi partisipatif berbasis dialog dua arah dan kesetaraan berhasil mengikis pola pendekatan instruktif, serta menumbuhkan rasa memiliki dan kesadaran lingkungan secara kolektif. Pelatihan ini berhasil mentransfer keterampilan teknis peracikan eco enzyme secara mandiri, mengurangi volume sampah organik dapur, serta membentuk "Kader Santri Eco Enzyme" sebagai penggerak keberlanjutan program. Produk eco enzyme yang dipanen dimanfaatkan secara internal sebagai cairan pembersih alami yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Model komunikasi partisipatif terbukti efektif tidak hanya dalam mentransfer teknologi tepat guna, melainkan juga dalam mengubah paradigma masyarakat pesantren menuju kemandirian ekologis yang berkelanjutan.


 Eco Enzyme, Komunikasi Partisipatif, Pemberdayaan Masyarakat, Pondok Pesantren, Sampah Organik.

References

Hasanah, U., & Rahayu, S. (2021). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan pendidikan islam. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 112–123. https://doi.org/10.1234/jpkm.v5i2.1234
Mefalopulos, P. (2008). Development communication sourcebook: Broadening the boundaries of communication. The World Bank. https://doi.org/10.1596/978-0-8213-7522-8
Rochyani, N., Risa, N., & Utami, I. (2021). Analisis hasil konversi limbah organik dapur menjadi eco enzyme. Jurnal Teknologi Lingkungan, 12(1), 15–24.
Servaes, J. (2016). How 'sustainable' is development communication research? International Communication Gazette, 78(7), 701–710. https://doi.org/10.1177/1748048516655732
Suryani, A., Fatimah, S., & Hidayat, M. (2020). Pesantren ekologi: Peran pondok pesantren dalam pelestarian lingkungan hidup. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 45–58.
Vama, L., & Cherekar, M. N. (2020). Production, extraction and uses of eco-enzyme using citrus fruit waste. International Journal of Research and Analytical Reviews, 7(2), 354–361.
Published
2026-10-02
How to Cite
SARI, Rohmah Nia Chandra et al. MODEL KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PONDOK PESANTREN AL-IKHSAN MELALUI PELATIHAN ECO-ENZYM. Jurnal Pengabdian Masyarakat Administrasi Publik (APdimas), [S.l.], v. 3, n. 2, p. 33-42, oct. 2026. ISSN 3064-2272. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jpm/article/view/22634>. Date accessed: 06 oct. 2026. doi: https://doi.org/10.20884/jpm.v3i2.22634.