Analisis Tindak Pidana Kekerasan Antaranak Yang Mengakibatkan Kematian
(Studi di Kota Tegal)
Abstract
Pemidanaan pelaku tindak pidana kekerasan anak oleh anak yang menyebabkan kematian di Pengadilan Negeri Tegal yang mendekati pidana maksimal bagi anak dan kurang memperhatikan pemulihan bagi korban. Penelitian ini menganalisis bagaimana pola strafmaat dan penerapan restitusi pada tindak pidana kekerasan anak oleh anak yang menyebabkan kematian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, dengan melakukan wawancara kepada Jaksa dan Hakim di Kota Tegal sebagai data primer dan peraturan perundang-undangan sebagai data sekunder, serta dengan metode analisis data yaitu kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan pidana penjara yang tinggi disebabkan korban yang meninggal dunia. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan restitusi dalam SPPA di Kota Tegal belum pernah dilakukan pada perkara jenis ini, sehingga mencerminkan kondisi yang sangat kontras antara pengaturan normatif sengan realitas praktiknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini, pemidanaan masih berorientasi pada pendekatan represif dan belum sepenuhnya mengakomodasi aspek rehabilitatif serta pemulihan korban. Penelitian ini menyarankan penentuan strafmaat yang lebih objektif dan dipenuhinya hak korban untuk mendapatkan restitusi meskipun yang menerima adalah keluarganya.



