IMPLEMENTASI SIX SIGMA DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI TAHU UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PRODUK TAHU (Studi Kasus UD. Berkah Fajar)
Abstract
Dalam proses Produksi UD. Berkah Fajar terdapat cacat produk seperti, cacat tekstur, cacat kotoran, cacat ukuran, cacat bau, dan cacat matang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan cacat produk yang terdapat di UD. Berkah Fajar. Penelitian ini menggunakan metode six sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Berdasarkan data perhitungan nilai sigma dan DPMO (Defects Per Million Opportunities). Pada bulan Maret – Agustus 2023 adalah 2,843 dan 89.711,65. Berdasarkan diagram pareto, di peroleh jenis cacat yang di prioritaskan yaitu cacat ukuran dan cacat tekstur. Kemudian dilanjutkan dengan fishbone sebagai alat untuk mengetahui penyebab terjadinya cacat ukuran dan cacat tekstur. Lalu menentukan solusi perbaikan dari potensi risiko kegagalan menggunakan FMEA (Failure Mode and Effects Analysis), risiko kategori tinggi adalah risiko dengan nilai RPN lebih besar atau sama dengan nilai kritis. Dari data perhitungan nilai kritis yang didapat adalah 149, nilai tersebut digunakan untuk mengukur prioritas perbaikan yang akan di tindak terlebih dahulu. Setelah dilakukan tahap improve yaitu pembuatan SOP dan penambahan pekerja di setiap proses, di dapatkan perbandingan perhitungan nilai sigma dan DPMO di bulan agustus 2023 yaitu 2,841 dan 89.941,76, dengan perbandingan 1 bulan setelah tahap improve yaitu 3,544 dan 20.486,11, dengan selisih nilai sigma 0,703 dan selisih nilai DPMO 69.455,65. Sehingga perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat produk dapat di terapkan dengan baik setelah menerapkan tahapan – tahapan dalam metode six sigma.