UJI DIAGNOSTIK METODE WILLEMS DALAM ESTIMASI USIA ANAK-ANAK DENGAN AMBANG USIA 7 TAHUN BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI RSGMP UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2025
Abstract
Estimasi usia merupakan bagian penting dalam odontologi forensik untuk membantu identifikasi individu. Metode Willems digunakan dalam estimasi usia berbasis radiografi panoramik karena memiliki tingkat akurasi yang baik pada anak-anak. Perbedaan karakteristik populasi dan jenis kelamin dapat memengaruhi hasil estimasi usia, sehingga evaluasi sensitivitas dan spesifisitas metode ini perlu dilakukan pada populasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sensitivitas dan spesifisitas Metode Willems dalam estimasi usia anak-anak dengan ambang batas (cut off) usia 7 tahun berdasarkan jenis kelamin di RSGMP Universitas Jenderal Soedirman tahun 2025. Penelitian ini menggunakan 108 radiografi panoramik digital anak-anak usia 4–15 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Estimasi usia dilakukan menggunakan Metode Willems berdasarkan Atlas Demirjian dan dibandingkan dengan usia kronologis sebagai gold standard. Analisis data menggunakan uji sensitivitas dan spesifisitas. Hasil Nilai sensitivitas dan spesifisitas Metode Willems pada anak laki-laki masing-masing sebesar 83,3% dan 96,7%, sedangkan pada anak perempuan sebesar 90% dan 94,1%. Metode Willems memiliki kemampuan diagnostik yang baik dalam estimasi usia anak-anak dengan ambang batas usia 7 tahun berdasarkan jenis kelamin.





