Peran UMKM dalam Sistem Ekonomi Campuran Indonesia: Antara Regulasi dan Daya Saing Pasar.
Abstract
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam ekonomi Indonesia karena kontribusinya berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (sekitar 60%) dan penyerapan tenaga kerja nasional (sekitar 97%). Namun demikian, potensi besar tersebut belum sepenuhnya terealisasi, UMKM masih berhadapan dengan berbagai tantangan, khususnya dalam aspek regulasi, birokrasi yang rumit, dan keterbatasan akses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali hal-hal tersebut. permasalahan regulasi yang dihadapi UMKM, menganalisis pengaruh regulasi terhadap daya saing UMKM dalam sistem ekonomi campuran, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan UMKM secara inklusif dan berkelanjutan. Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan menganalisis data tambahan yang diambil dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, serta laporan-laporan resmi pemerintah yang berhubungan. Hsil penelitian memperlihatkan bahwa regulasi yang belum terkoordinasi dengan baik, rendahnya keterlibatan pelaku UMKM dalam penyusunan kebijakan, serta minimnya inovasi dan dukungan teknologi menjadi faktor utama penghambat daya saing UMKM, khususnya dalam konteks pasar global. Peran UMKM Indonesia, dalam ekspor negara masih berada pada tingkat yang rendah, yakni hanya sekitar 16,4%, jauh tertinggal dibandingkan negara lain seperti India dan Thailand. Oleh karena itu, diperlukan reformasi regulasi yang komprehensif, penyederhanaan birokrasi, digitalisasi perizinan, serta penguatan kelembagaan dan kapasitas inovasi UMKM agar sektor ini mampu menjadi aktor utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) serve as are essential to Indonesia's economy, playing a major role in increasing the national Gross Domesticm(approximately 60%) and providing jobs around 97% of the total workforce. Despite their strategic role, MSMEs still face various structural challenges, particularly regarding regulatory complexity, bureaucratic hurdles, and limited access to financing. This study aims to identify regulatory issues faced by MSMEs, analyze how existing regulations impact their competitiveness within Indonesia’s mixed economic system, and provide policy recommendations to support inclusive and sustainable MSME growth. A qualitative approach using literature review was employed to analyze secondary data sourced from academic journals, government policy documents, and official reports. The findings reveal that poor policy coordination, lack of MSME involvement in regulation-making, and limited innovation and technological adoption are key factors that hinder competitiveness, especially in the global market. Indonesia’s MSME contribution to national exports remains relatively low, at only around 16.4%, far behind other countries such as India and Thailand. Therefore, comprehensive regulatory reforms, bureaucratic simplification, digitalization of business licensing, and the strengthening of institutional capacity and innovation among MSMEs are urgently needed to position them as key drivers of inclusive and sustainable national economic growth.




