Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) as a candidate for adjuvant therapy for periodontitis: A review of antibacterial, anti-inflammatory, and osteoprotective activities
Abstract
Latar Belakang: Periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis multifaktorial yang ditandai destruksi progresif jaringan penyangga gigi akibat interaksi biofilm subgingiva dan respons imun pejamu. Scaling and root planing sebagai terapi baku memiliki efektivitas terbatas pada kondisi klinis tertentu, sedangkan penggunaan antibiotik adjuvan terkendala resistensi antimikroba. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) mengandung xanthorrhizol dan kurkuminoid yang bersifat antibakteri, antiinflamasi, dan berpotensi osteoprotektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi C. xanthorrhiza sebagai kandidat terapi adjuvan periodontitis. Metode: Tinjauan pustaka disusun mengikuti panduan PRISMA melalui penelusuran Connected Papers, Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli sepuluh tahun terakhir yang tersedia sebagai free full text dan relevan dengan topik. Dari 1.531 artikel teridentifikasi, 13 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil: Penelitian in vitro dan in vivo menunjukkan tiga mekanisme utama. Xanthorrhizol memiliki aktivitas antibakteri terhadap Porphyromonas gingivalis, Fusobacterium nucleatum, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, dan Streptococcus sanguinis serta menghambat pembentukan biofilm. Xanthorrhizol dan kurkuminoid menekan mediator proinflamasi, sedangkan beberapa penelitian menunjukkan penghambatan resorpsi tulang alveolar dan regulasi remodeling tulang. Simpulan: C. xanthorrhiza berpotensi sebagai terapi adjuvan periodontitis, namun uji klinis berdesain kuat masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya


