Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus Menggunakan Pelarut dan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Abstrak
Tumbuhan, jamur, dan mikroba biasanya mengandung senyawa bioaktif. Jamur merupakan sumber utama senyawa bioaktif yang dapat ditumbuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu jamur yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif adalah Coprinus comatus, biasanya tumbuh sebagai jamur liar namun dapat dibudidayakan untuk bahan pangan (edible mushroom), namun masih jarang dibudidayakan di Indonesia. Ekstrak dari jamur ini sering digunakan pada bidang medis (medicinal mushroom), seperti anti-kanker, anti-diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Senyawa antibakteri dari C. comatus dapat diperoleh melalui proses ekstraksi, salah satunya yaitu maserasi. Beda pelarut yang digunakan, beda pula senyawa yang dapat terlarut. Senyawa antibakteri dapat bersifat spektrum luas dan spektrum sempit. Pelarut yang digunakan dalam maserasi yaitu pelarut etanol dan etil asetat. Bakteri Gram positif dan Gram negatif memiliki komposisi dinding sel yang berbeda sehingga memungkinkan memberikan respon yang berbeda. Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan dua bakteri uji yang digunakan dalam pengujian ini. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pelarut yang menghasilkan rendemen dan memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi terhadap E. coli dan S. aureus, mengetahui konsentrasi terendah ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, mengetahui penghambatan ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol terhadap E. coli dan S. aureus. Uji penghambatan menggunakan simplisia berumur 7 bulan yang telah disimpan di lemari pendingin dan dibandingkan dengan ekstrak dari simplisia berumur 4 minggu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penghambatan dari dua umur ekstrak simplisia karena pengaruh penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penggunaan pelarut yang berbeda untuk ekstraksi yaitu etil asetat dan etanol. Pengaruh konsentrasi ekstrak yang berbeda digunakan pula terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus, masing-masing dengan 3 kali ulangan. Jumlah unit percobaan adalah 30 untuk masing-masing bakteri. Ekstrak etanol memiliki rendemen lebih tinggi dari ekstrak etil asetat, namun penghambatan ekstrak etil asetat lebih baik terhadap kedua bakteri dibandingkan ekstrak etanol. Simplisia berumur 4 minggu lebih baik penghambatannya terhadap simplisia berumur 7 bulan. Konsentrasi 6,75% dari kedua ekstrak merupakan konsentrasi penghambatan terrendah yang dapat menghambat E. coli dan S. aureus. Penghambatan ekstrak secara umum lebih baik terhadap S. aureus dibandingkan E. coli.
Referensi
Carolia, N., & Noventi, W., 2016. Potensi Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) sebagai Alternatif Terapi Acne vulgaris. Majority,5(1): 140-145
Efendi, Y. N., & Hetiani, T., 2013. Potensi Antimikroba Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia tuberosa Jack) terhadap Candida albicans, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Traditional Medicinal Journal, 18(1):53 – 58
Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri Jilid 1. Jakarta : UI Press
Huang, D., Ou, B., & Prior, R. L., 2005. The Chemistry Behind Antioxidant Capacity Assays. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53(6):1841 – 1856
Huliselan, Y. M., Runtuwene, M. R. J., & Wewengkang, D. S., 2015. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, dan N-heksan dari Daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.). Jurnal Ilmiah Farmasi-Unsrat, 4(3):155 – 163
Kalaw, S.P. & Albinto, R.F., 2014. Functional activities of Phillippine wild strain of Coprinus comatus (O. F. Mull. : Fr) Pers and Pleurotus cystidiosus O. K. Miller grown on rice straw based substrate formulation. Mycosphere, 5(5): 646-655
Kosasih, P. & Soediro, I. 1987. Metode Fitokimia. Bandung : ITB Press.
Lavanya, J. & Subhashini, S., 2013. Therapeutic Proteins and Peptides from Edible and Medicinal Mushroom Review. European Scientific Journal, 9(24):162-176
Muhamad, P. H., Wrasiati, L. P., & Anggraeni, A. A. M. D. 2015. Pengaruh Suhu dan Lama Curing terhadap Kandungan Senyawa Bioaktif Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Nicolaia speciose Horan). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 3(4):92-102
Ngazizah, F. N., Ekowati, N., & Septiana, A. T., 2016. Potensi Daun Trembilungan (Begonia hirtella Link) sebagai Antibakteri dan Antifungi. Biosfera, 33(3):126 – 133
Nuria, M. C., Faizatun, A., & Sumantri. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25293, Escherichia coli ATCC 25922, dan Salmonella typhii ATCC 1408. Jurnal Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang: 1 – 12
Palekahelu, N. Y. C., 2018. Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak Etanol dan Metanol Daun Kapehu (Guioa diplopetala). ResearchGate,
Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S., 2010. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press
Pottz, G.E., Rampey, J.H. & Benjamin, F., 1967. The Effect Of Dimethyl Sulfoxide (DMSO) on Antibiotic Sensitivity of A Group of Medically Important Microorganisms: Preliminary Report. Annals of the New York Academy of Sciences, 141(1): 261-272
Poucheret, P., Fons, F., & Rapior, S. 2006. Biological and Pharmacological Activity of Higher Fungi : 20-Year Retrospective Analysis. Cryptogamie Mycol., 27(4): 311-333.
Radji, M., Sumiati, A., Rachmayani, R., & Elya, B., 2011. Isolation of Fungal Endophytes from Garcinia mangostana and Their Antibacterial Activity. African Journal of Biotechnology, 10(1):103 – 107
Ren, L., Hemar, Y., Perera, C. O., Lewis, G., Krissansen, G. W., & Buchanan, P. K., 2014. Antibacterial and Antioxidant Activities of Aqueous Extracts of Eight Edible Mushrooms. Bioactive Carbohydrate and Dietary Fibre, 3(1): 41 – 51
Rijayanti, R. P., 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1): 1-19
Sani, R. N., Nisa, F. C., Andriani, R. D. & Maligan, J. M., 2014. Analisis Rendemen dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Mikroalga Laut Tetraselmis chuii. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(2):121 – 126
Stojković, D., Reis, F. S., Barros, L., Glamoclija, J., Ciric, A., Griensven, L. J. I. D., Sokovic, M., & Ferreira, I. C. F. R., 2013. Nutrients and Non-Nutrients Composition and Bioactivity of Wild and Cultivated Coprinus comatus (OF Müll.) Pers. Food and chemical toxicology, 59:289-296
Susanto, A., Ratnaningtyas, N. I., & Ekowati, N., 2018. Aktivitas Antioksidan Esktrak Tubuh Buah Jamur Paha Ayam (Coprinus comatus) dengan Pelarut Berbeda. Majalah Ilmiah Biologi Biosfera, 35 (2): 63 – 68
Sudarmadji, S., Kasmidjo, R., Sardjono, D. W., & Magino, S., 1989. Mikrobiologi Pangan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Timotius, K. H. 1982. Mikrobiologi Dasar. Skripsi. Salatiga : Universitas Kristen Satya Wacana Press.
Vandepitte, J., Engbaek, K., Piol, P., & Heuck, C. C., 1991. Basic Laboratory Procedures in Clinical Bacteriology. Geneva : World Health Organization