Teknik Konservasi Tanah di Perkebunan Durian PT.Siringo-Ringo (Musim Mas Group) Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara

Soil Conservation Techniques in the Durian Plantation of PT. Siringo-Ringo (Musim Mas Group), Labuhan Batu Regency, North Sumatra

  • Nafsiyah Agustina Harahap Program Studi Agroteknologi, FST, Universitas Muhammadiyah Asahan, Sumatera Utara
  • Amellia Dela Rosa Harahap Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subussalam, Aceh
  • Rizky Rahmad Diantara Program Studi Agroteknologi, FST, Universitas Muhammadiyah Asahan, Sumatera Utara

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr) merupakan komoditas buah tropis bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara. Sebagai tanaman yang memiliki umur panjang dan produktivitas tinggi, durian memerlukan pengelolaan lahan yang tepat untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penerapan teknik konservasi tanah di perkebunan durian PT. Siringo-Ringo, Kabupaten Labuhan Batu. Perkebunan durian di PT. Siringo-Ringo dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan durian unggulan di Sumatera Utara yang menerapkan manajemen budidaya berkelanjutan. Penelitian dilakukan melalui metode survei lapangan meliputi observasi langsung dan wawancara dengan staf perkebunan. Data primer dan sekunder dikumpulkan, mencakup kondisi lahan, iklim, serta teknik konservasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik konservasi tanah di PT. Siringo-Ringo diterapkan melalui pendekatan vegetatif dan mekanik. Konservasi vegetatif dilakukan dengan menanam Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah (legume cover crop/LCC) untuk mengurangi erosi, meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, dan menjaga kelembapan tanah. Konservasi mekanik dilakukan dengan pembuatan teras individu (teras tapak kuda) pada lahan miring 15–20°, yang berfungsi untuk mengurangi aliran permukaan, meningkatkan infiltrasi air, dan mencegah kehilangan unsur hara. Penerapan kedua teknik tersebut terbukti efektif dalam menjaga kestabilan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman durian. Namun, pengawasan lapangan dan pemeliharaan teras perlu dioptimalkan agar hasilnya lebih maksimal. Penggunaan mulsa organik dan pemeliharaan rutin direkomendasikan untuk menjaga kualitas tanah dan produktivitas jangka panjang.


Kata kunci: Durian, konservasi tanah, Mucuna bracteata, teras tapak kuda, tanaman penutup tanah legum

References

Aldrian, E., & Susanto, R. D. 2003. Identification of three dominant rainfall regions in Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology.
Aldrian, E., & Djamil, Y. S. 2008. Spatio-temporal climatic change of rainfall in Indonesia. International Journal of Climatology.
Arsyad, S. 2010. Konservasi tanah dan air. Bogor: IPB Press.
Corley, R. H. V., & Tinker, P. B. 2016. The Oil Palm. Wiley-Blackwell.
Darmawijaya, M. I. 1990. Klasifikasi tanah: Dasar teori bagi peneliti dan praktisi di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Deptan. 2006. Statistik lahan pertanian Indonesia. Jakarta: Departemen Pertanian Republik Indonesia.
FAO. 1976. A Framework for Land Evaluation. Food and Agriculture Organization.
Goh, K. J., & Härdter, R. 2003. Oil Palm: Nutrient Requirements and Nutrient Management. IPI.
Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo.
Hermawan, B. 2010. Teknik konservasi tanah pada lahan miring di perkebunan tanaman tahunan. Bandung: Universitas Padjadjaran Press.
Idjudin, A. A. 2011. Pengelolaan konservasi tanah dan air pada lahan pertanian berlereng. Bogor: IPB Press.
Karyati, & Sarminah. 2018. Konservasi tanah dan air: Prinsip dan penerapan di lapangan. Samarinda: Universitas Mulawarman Press.
Morgan, R. P. C. 2005. Soil Erosion and Conservation. Blackwell.
Nuraeni, D., Hidayat, T., & Ramadhan, A. 2013. Efektivitas tanaman penutup tanah terhadap pengendalian erosi di lahan perkebunan. Jurnal Tanah dan Iklim Indonesia, 37(1), pp.22–30.
Purnomo, E., Sutomo, S., & Sulastri, W. 2015. Aplikasi tanaman penutup tanah terhadap peningkatan bahan organik dan konservasi lahan. Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam, 3(2), pp.41–49.
Rediyono, & Asruni. 2020. Prospek pengembangan budidaya durian (Durio zibethinus Murray) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kindai: Jurnal Ekonomi Kreatif, 16(2), Pp.342–352. https://ejournal.stiepancasetia.ac.id/kindai/article/view/402
Sartohadi, J., Sutomo, S., & Purnomo, E. 2010. Karakteristik tanah vulkanik dan implikasinya terhadap pengelolaan lahan pertanian di Indonesia. Bogor: IPB Press.
Schmidt, F. H., & Ferguson, J. H. A. 1951. Rainfall Types Based on Wet and Dry Period Ratios for Indonesia. Kementerian Perhubungan dan Pengairan.
Simangunsong, E. 2011. Prinsip-prinsip konservasi tanah dan air di lahan perkebunan. Medan: Universitas Sumatera Utara Press.
Siregar, H. 2015. Budidaya dan Pengelolaan Kebun Karet. Balai Penelitian Perkebunan.
Sudjijo, H. 2009. Kandungan gizi dan potensi buah durian sebagai bahan pangan lokal unggulan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Suripin. 2014. Konservasi sumber daya tanah dan air. Yogyakarta: Andi Offset.
Wulan, R., Santoso, A., & Lestari, D. 2010. Pengembangan agribisnis durian di Indonesia. Bogor: Institut Pertanian Bogor Press.
Yuniarti, E. 2011. Analisis produksi dan musim panen durian di Indonesia. Bandung: Universitas Padjadjaran Press.
Yuniastati, S., Rahmawati, L., & Prasetyo, A. 2010. Asal-usul dan penyebaran tanaman durian di Kalimantan dan Sumatera. Medan: Universitas Sumatera Utara Press.
Published
2025-12-31
How to Cite
HARAHAP, Nafsiyah Agustina; HARAHAP, Amellia Dela Rosa; DIANTARA, Rizky Rahmad. Teknik Konservasi Tanah di Perkebunan Durian PT.Siringo-Ringo (Musim Mas Group) Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara. BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, [S.l.], v. 7, n. 4, p. 369-345, dec. 2025. ISSN 2714-8564. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/18215>. Date accessed: 02 mar. 2026. doi: https://doi.org/10.20884/1.bioe.2025.7.4.18215.
Section
Articles