Potensi Ekstrak Cyperus rotundus Linn. sebagai Agen Antijamur Alami pada Kandidiasis
Potential of Cyperus rotundus Linn. Extract as a Natural Antifungal Agent in Candidiasis
Abstract
Kandidiasis merupakan infeksi yang dapat bersifat primer maupun sekunder, disebabkan oleh Candida albicans, salah satu penyebab umum keputihan (fluor albus). Indonesia dengan iklim tropis memiliki keanekaragaman tanaman yang berpotensi sebagai obat alami, termasuk rumput teki (Cyperus rotundus Linn.) yang sering dianggap gulma. Umbi rumput teki mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai antifungi alami. Penelitian ini bertujuan menguji potensi ekstrak umbi rumput teki terhadap C. albicans dengan berbagai konsentrasi. Penelitian bersifat deskriptif eksperimental menggunakan umbi rumput teki sebagai populasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% pada empat konsentrasi: 25%, 50%, 75%, dan 100%. Flukonazol digunakan sebagai kontrol positif dan CMC 1% sebagai kontrol negatif. Uji daya antifungi dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan dilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dengan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan Sabouraud Dextrose Broth (SDB). Hasil penelitian menunjukkan diameter rata-rata zona hambat: konsentrasi 25% sebesar 6,75 mm; 50% sebesar 7 mm; 75% sebesar 12,75 mm; 100% sebesar 16 mm. Zona hambat kontrol positif (flukonazol) sebesar 22 mm, sedangkan kontrol negatif (CMC 1%) sebesar 0 mm. Standar deviasi rata-rata zona hambat adalah 7,79. KHM ekstrak umbi rumput teki terhadap C. albicans diperoleh pada konsentrasi 100%. Kesimpulannya, ekstrak umbi rumput teki memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans, dengan efektivitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi, meskipun masih di bawah efektivitas flukonazol.
Kata kunci : Antifungi, Candida albicans, Konsentrasi, KHM Rumput Teki,
References
Astuti, S. and Reny, R. 2023. Ekstraksi dan analisis minyak atsiri pada umbi rumput teki (Cyperus rotundus Linn) serta uji bioaktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6), pp. 592–602.
Berniyanti, T., Arundina, I., Terrie, J. and Prasetyo, R.P. 2018. Phytochemical potential of Cyperus rotundus Linn root extract from Kalimantan for treatment of oral mucosa traumatic ulcer. Journal of Research in Health Science, 1(3), pp. 90–97.
Husain, M.H., Athiroh, N. and Sjakoer, A. 2025. Potensi antikapang ekstrak etanol daun benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) terhadap Candida albicans secara in vitro. Jurnal Farmasi, 7, pp. 185–191.
Khafid, A., et al. 2023. Uji kualitatif metabolit sekunder pada beberapa tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 8(1), pp. 61–70.
Magvirah, T., Marwati, M. and Ardhani, F. 2020. Uji daya hambat bakteri Staphylococcus aureus menggunakan ekstrak daun Tahongai (Kleinhovia hospita L.). Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 2(2), p. 41.
Merck. 2016. Sabouraud 4% dextrose agar. Merck Group, pp. 4–6.
Nurjanah, S., Rokiban, A. and Irawan, E. 2018. Ekstrak umbi rumput teki (Cyperus rotundus) sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 9(2), pp. 165–175.
Prayoga, A., Bastian, B. and Aristoteles, A. 2023. Perbedaan jumlah koloni jamur Candida albicans pada media Sabouraud dextrose agar (SDA) dan media modifikasi biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.). Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science, 4(1), pp. 78–86.
R, L.A.A., Andriana, A. and Herlinawati, H. 2024. Uji daya hambat ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura Linn) terhadap bakteri Gram negatif (Escherichia coli) dan Gram positif (Staphylococcus aureus). MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(10), pp. 4699–4713.
Rahmatullah, W.A., Novianti, E. and Lestari, A.D.S. 2021. Identifikasi bakteri udara menggunakan teknik pewarnaan Gram. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 6(2), pp. 83–91.
Rambet, G.L., Waworuntu, O. and Gunawan, P.N. 2019. Uji konsentrasi hambat minimum perasan murni bawang putih (Allium sativum) terhadap pertumbuhan Candida albicans. PHARMACON: Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 6(1), pp. 16–23.
Sandi, B.E. 2020. Perbandingan proporsi umbi rumput teki sebagai sabun padat ditinjau dari sifat fisik (organoleptik). Jurnal Tata Rias, 9(2), pp. 10–20.
Sartini, S., et al. 2023. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jurnal Novem Medika Farmasi, 1(2), pp. 33–39.
Sheehan, D.J., et al. 2024. Method for antifungal disk diffusion susceptibility testing of yeasts: approved guideline. NCCLS Document M44-A.
Sujaya, I.N. 2014. Penuntun praktikum mikrobiologi. Denpasar: Universitas Udayana, pp. 1–42.
Teriyani, N.M., Inabuy, F.S. and Ramona, Y. 2022. Kajian pustaka: penanggulangan kandidiasis menggunakan pendekatan probiotik. Jurnal Veteriner, 23(2), pp. 281–296.
Ulfiani, N., et al. 2018. Efek pemberian minyak atsiri umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley yang diinduksi etanol. Jurnal Farmasi, 7, pp. 99–105.
Willems, H.M.E., Ahmed, S., Liu, J., Xu, Z. and Peters, B. 2020. Vulvovaginal candidiasis: a current understanding and burning questions. Journal of Fungi, 6(2), pp. 1–20.
Wulansari, D., et al. 2016. Antifungal activity of (+)-2,2’-epicytoskyrin A and its membrane-disruptive action. Makara Journal of Science, 20(4)












_copy.png)

