Pertumbuhan Dan Kandungan Vitamin C Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) Pada Media Zeolit Dengan Penambahan Asam Humat
Abstrak
Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) merupakan sayuran yang paling digemari oleh masyarakat selain memiliki kandungan gizi yang baik dan salah satu sumber vitamin C selain buah-buahan. Vitamin C merupakan antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk menjaga daya tahan tubuh dari efek buruk radikal bebas. Pemberian bahan organik berupa asam humat yang memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi dan mengandung gugus aktif dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Untuk meningkatkan keterediaan unsur hara diperlukan bahan pembawa (carrier) berupa zeolit. Zeolit merupakan mineral silikat yang memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi (bervariasi antara 80-180 meq/100g). Pemberian bahan humat dengan carrier zeolit diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman pangan seperti tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat dengan media tanam zeolit terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman kangkung darat dan untuk menentukan konsentrasi asam humat yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman kangkung darat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Greenhouse, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari 2019 hingga Maret 2019 dengan menggunakan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan kandungan vitamin C. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% dan 99%, dan dilanjutkan dengan analisis BNT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dengan konsentrasi 4 g.kg-1 pada media tanam zeolit dapatĀ meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat, dan pemberian asam humat pada media tanam zeolit tidak dapat meningkatkan kandungan vitamin C kangkung darat.
Referensi
Andarwulan, N. & Koswara, S., 1992. Kimia Vitamin. Jakarta: Rajawali Press.
Ayuso, M., Hernandez, T., Garcia, C. & Pascual, A.J., 1996. A Comparative Study Of The Effect On Barley Growth Of Humic Subtances Extracted From Municipal Wastes And From Traditional Organic Material. J sci food agric, 72:493-500.
Baldotto, M.A. & Baldotto , E.B., 2013. Gladiolus Development In Response To Blub Treatment With Different Concentrations Of Humic Acids. 60(1):138-42.
Cresna, Mery, N., & Ratman., 2014. Analisis Vitamin C Pada Buah Pepaya, Sirsak, Srikaya Dan Langsat Yang Tumbuh Di Kabupaten Donggala. J. Akademika Kim. 3(3): 346-353.
Davey, M.W., Kenis, K. & Keulemans, J., 2006. Genetic Control of Fruit Vitamin C Contents. Plant Physiology , 142:343-51.
Dicosmo, F. 1989. Tissue Culture Secondary Metabolism. Toronto: Bio International Inc.
Gardner, P., Frankin , B.R., Pearce & Roger, L.M., 2007. Fisiologi Terjemahan Oleh Herawati, Susilo. Jakarta: UI.
Hardjowigeno, S., 2003. Ilmu Tanah Ultisol. Jakarta: Akademika Pressindo.
Ihdaryanti, M.A., 2011. Pengaruh Asam Humat Dan Cara Pemberiannya Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa). Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Irawati & Salamah , Z., 2013. Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) Dengan Pemberian Pupuk Organik Berbahan Dasar Kotoran Kelinci. Jurnal Bioedukatika, 1(1):1-96.
Kurniawan, M., Munifatul, I. & Yulita, N., 2010. Kandungan Klorofil, Karotenoid, dan Vitamin C pada Beberapa Spesies Tumbuhan Akuatik. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 18(1):28-40.
Manitto, P. (1981). Biosintesis Produk Alami.Terjemahan : Koensoemardiyah. Semarang: Press Semarang.
Naidu, K.A., 2003. Vitamin C In Human Health And Disease Is Still A Mystery An Overview. Nutrition Journal, 2(7):1-10.
Noviati, A., Yulita, N. & Nintya, S., 2012. Respon Pertumbuhan dan Produksi Senyawa Antioksidan pada Kalus Hibiscus sabdarifa L. dari Eksplan yang Berbeda Secara in vitrio 22(1): 25-29.. Jurnal Sains dan Matematika, 1(22):25-29.
Ramawat, K.G. 1999. Production in culture: optimation. In Ramawat,K.G. and J.M. Merillon. (eds). Biotechnology Secondary Metabolites.New Hampchire: Science Publisher, Inc.
Savitri , A., 2016. Tanaman Ajaib. Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Depok: Bibit Publisher.
Sembiring, J.V., Nelvia, N. & Yulia, A.E., 2016. Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elais guineensis Jaca) Di Pembibitsn Utama Pada Medium Sub Soil Ultisol Yang Diberi Asam Humat Dan Kompos Tandan. Jurnal Agroteknologi , 6(1):25-32.
Senda, S.P., Saputra, H., Sholeh, A. & Rosjidi, M., 2009. Prospek Aplikasi Produk Berbasis Zeolit Untuk Slow Release Subtances (SRS) Dan Membran. Artikel Badan Pengkaji Dan Penerapan Teknologi Indonesia,ISSN 1410-9891.
Suwardi, 1991. Pemanfaatan Zeolit Sebagai Media Tumbuh Tanaman. Tokyo: PPI-Jepang.
Suwardi, 2009. Teknik aplikasi zeolit dibidang pertanian sebagai bahan pembenah tanah. Jurnal Zeolit Indonesia, 8:33-38.
Valpuesta, V. & Botella, M.A., 2004. Biosynthesis Of L-Ascorbix Acid In Plants: New Pathway For An Old Antioxidant. Trends In Plants Science , 9(12):573-76.