Keanekaragaman dan Identifikasi Terumbu Karang di Lokasi Snorkeling Pulau Pahawang, Lampung
Coral Reef Diversity and Identification at the Snorkeling Site of Pahawang Island, Lampung
Abstract
Ekosistem terumbu karang sangat penting di perairan laut tropik, termasuk Indonesia. Terumbu karang di Indonesia sangat beragam. Baik perubahan lingkungan maupun aktivitas manusia, seperti pariwisata, dapat mengubah ekosistem terumbu karang dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan spesies terumbu karang di dua lokasi snorkeling yang berbeda di Pulau Pahawang, Lampung. Penelitian dilakukan melalui metode survei eksploratif dengan pengamatan langsung tanpa sampel yang merusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Resort Andreas ditemukan 9 famili, 13 genus, dan 17 spesies terumbu karang di spot snorkeling cukuh bedil Pelangi dan Embun. Acropporidae, Famili Poritidae, Faviidae, dan Fungiidae memiliki dua spesies masing-masing. Callyspongiidae, Caryophyllidae, Discosomidae, Faviidae, Millesporidae, dan Pectinidae adalah famili yang hanya memiliki satu spesies. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) sebesar 2,83 mengindikasikan tingkat keanekaragaman sedang dengan struktur komunitas yang relatif seimbang, meskipun jumlah spesies yang ditemukan tergolong terbatas. Hasil ini menegaskan bahwa ekosistem terumbu karang di lokasi penelitian masih memiliki variasi spesies yang cukup, namun memerlukan pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan untuk menjaga stabilitas dan mencegah penurunan keanekaragaman di masa mendatang.
Kata kunci: Identifikasi, Keanekaragaman, Lokasi Snorkeling, Pulau Pahawang, Terumbu Karang.
References
Barcinta, M.F., Limmon, G.V. and Sangaji, M. 2023. Komposisi jenis karang keras (Scleractinia) di perairan pantai utara Pulau Ambon. Jurnal Kelautan, 1(2), pp. 1–14.
Diao, J., Elliott, T., Adamowicz, S. and Hanner, R. 2025. Long-term impacts of peat-based soil amendments promote ecological recovery in a boreal forest mine site in northern Ontario, Canada. Restoration Ecology, 33(4).
Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran. 2024. Pulau Pahawang, wisata andalannya Lampung. Tersedia di: https://pariwisata.pesawarankab.go.id/pulau-pahawang-wisata-andalannya-lampung/ (Diakses 3 Februari 2024).
Fakri, S.R. and Purwanti, F. 2021. Potensi kerusakan karang akibat pengembangan aktivitas wisata snorkeling di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo. Jurnal Pasir Laut, 5(1), pp. 57–62.
Garces, J., Bayron, Z., Español, J., Marfa, A. and Picardal, J. 2022. Floral distribution and diversity of alien and native plants in Cebu Memorial Park, Cebu City, Philippines. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 14(3), pp. 308–320.
Giyanto, Abrar, M., Hadi, T.A., Haizt, M.Y.I.M. and Salatalohy, A. 2018. Status terumbu karang Indonesia. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Johan, O., Purwanto, I., Rumengan and Awaludinnoer. 2020. Kelimpahan penyakit karang di Kepulauan Ayau dan Asia Kabupaten Raja Ampat. Jurnal Riset Akuakultur, 15(2), pp. 121–128.
Kamal, S., Mahdi, N. and H. 2017. Keanekaragaman karang di zona litoral perairan Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Biotik: Jurnal Ilmiah Biologi, Teknologi dan Kependidikan, 3(1), pp. 45–56.
Madduppa, H., Farhan, A. and Suhendra, D. 2012. Fish biodiversity in coral reefs and lagoon at the Maratua Island, East Kalimantan. Biodiversitas: Journal of Biological Diversity, 13(3).
Mutahari, A., Riyantini, I., Yuliadi, L.P., S. and Pamungkas, W. 2019. Analisis kondisi terumbu karang kawasan pariwisata dan non pariwisata di perairan Gugus Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 10(2), pp. 43–49.
Nabil, Z. 2019. Pengenalan terumbu karang sebagai pondasi utama laut kita. Banda Aceh: UNIMAL Press.
Nabil, A.A., Arifin and Hermansyah. 2022. Kerusakan lingkungan laut pada ekosistem terumbu karang di Kabupaten Maluku Tenggara akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(2), pp. 56–60.
Nur, F. and Fitrah, S. 2023. Penanggulangan penyebab terjadinya pemutihan terumbu karang di perairan Bulukumba. Riset Sains dan Teknologi Kelautan, 6(1), pp. 47–51.
Pramanik, M., Hasan, M., Hoque, M., Moniruzzaman, M., Yasmin, R., Karim, E. and Mahmud, Y. 2024. Fish diversity indices of Hail Haor, a subtropical wetland in the north-east region of Bangladesh. Lakes & Reservoirs: Research & Management, 29(1).
Prawira, J.H., Rahmani, U. and Gultom, V.D.N. 2020. Dampak wisata bahari terhadap terumbu karang dan sumberdaya lamun di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Jurnal Ilmiah Satya Minabahari, 6(1), pp. 37–42.
Rahardjo, C., Anzani, L. and Minsaris, L.O.A. 2023. Analisis kondisi terumbu karang akibat pengaruh aktivitas pariwisata bahari di Pulau Tunda menggunakan software CPCe. Pena Akuatika: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 22(1), p. 33.
Riyanti, R.W., Nurkhasanah and Radjasa, O.K. 2018. Diversity and antifungal activity of actinomycetes symbiont hard coral mucus of genera Goniopora and Porites. Makara Journal of Science, 20(4), pp. 193–198.
Rusli, M.A.R., Ideawati, N. and Nurrohman, Y.A. 2021. Condition of coral reef community in Palembang Bay Lemukutan Island West Kalimantan. Jurnal Laut Khatulistiwa, 4(3).
Saifullah, Purwanto, A., Budi, S., Iqbal, M., Jayanti, M.I. and Azmin, N. 2023. Pertumbuhan karang Acropora hasil transplantasi dengan menggunakan media rak jaring di Taman Wisata Alam Laut Pulau Satonda. JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan, 2(1), pp. 103–111.
Schmitt, C., Denich, M., Demissew, S., Friis, I. and Boehmer, H. 2010. Floristic diversity in fragmented Afromontane rainforests: altitudinal variation and conservation importance. Applied Vegetation Science, 13(3), pp. 291–304.
Sigarlaki, A.K., Nugraha, A.H. and Kurniawan, D. 2021. Tutupan dan keanekaragaman life form pada zona terumbu berbeda di perairan Kampung Baru Bintan. Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis, 1(5), pp. 29–36.
Syam, S., Sadarun, B. and Palupi, D. 2019. Coral diversity and abundance of family Fungiidae in Atowatu seawaters, Konawe Regency. Jurnal Kelautan, 4(3), pp. 127–133.
Tempo Pusat Data dan Analisis. 2019. Mengupas beragam penemuan teknik penyelamatan terumbu karang. Jakarta: Tempo Publishing.
UAS, W., Litaay, M., Priosambodo, D. and Moka, W. 2017. Genera karang keras di Pulau Barrang Lompo dan Bone Batang berdasarkan metode identifikasi Coral Finder. Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 2(2), pp. 39–51.
Wilopo, M.D., Utami, M., Santoso, H., Hrefa, F., Permanda, E.E. and Rahman, Z.A. 2021. Struktur komunitas terumbu karang di perairan Desa Malakoni Pulau Enggano. Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 10(1), pp. 214–226.
Zhao, F., Kang, D., Han, X., Yang, G., Feng, Y. and Ren, G. 2015. Soil stoichiometry and carbon storage in long-term afforestation soil affected by understory vegetation diversity. Ecological Engineering, 74, pp. 415–422.
Zhou, J., Guo, X., Song, W., Zhao, C., Zhang, Z., Fan, R. and Jin, D. 2022. Preliminary study on species diversity and community characteristics of gamasid mites on small mammals in Three Parallel Rivers Area of China. Animals, 12(22), Article 3217.












_copy.png)

