Jenis Tanaman Pada Adat Mandi 7 Bulan Masyarakat Suku Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan

  • Aulia Halwa PENDIDIKAN BIOLOGI, UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
  • Dharmono Dharmono MAGISTER BIOLOGY EDUCATION LAMBUNG MANGKURAT UNIVERSITY
  • Badruzsaufari Badruzsaufari MAGISTER BIOLOGY EDUCATION LAMBUNG MANGKURAT UNIVERSITY
  • Mahdian Mahdian

Abstract

Masyarakat Dayak Bakumpai merupakan suku yang memiliki banyak adat istiadat. Masyarakat suku Dayak Bakumpai merupakan salah satu suku yang banyak tinggal di daerah pulau Kalimantan, salah satunya yaitu di wilayah kelurahan Lepasan dari provinsi Kalimantan Selatan. Masyarakat ini memiliki  salah satu adat yaitu adat mandi 7 bulanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja tumbuhan yang digunakan dalam ritual adat tersebut. Penelitian dilakukan dengan 4 kunci utama narasumber yang berasal dari suku Dayak Bakumpai. Pengamatan data dilakukan dengan cara mengamati lalu mendokumentasi foto-foto tumbuhan dengan bantuan alat berupa handphone, meteran jahit dan aplikasi untuk mengukur ketinggian pohon. Berdasarkan hasil wawancara terdapat 7 jenis tumbuhan yang digunakan dalam adat mandi 7 bulanan yaitu mawar, melati, kenanga, cempaka putih, kelapa, pinang, dan tebu. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu bunga dan buah. Penelitian yang dilkukan menunjukkan bahwa masyarakat setempat melestarikan tanaman-tanaman tersebut sampai saat ini sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya setempat.

References

Amudhan MS, Begum H, Hebbar KB. (2012). a Review on Phytochemical and Pharmacological Potential of Areca Catechu L. Seed. Ijpsr, 3: 4151– 4157.
Arif, M. F. N., Alamsyah, M. F., & Supriatna, A. (2023). Inventarisasi Tanaman Famili Rosaceae di Sekitar Kebun Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. IJESPG (International Journal of Engineering, Economic, Social Politic and Government), 1(1), 22-28.
Aulia, P. A. (2020). Identifikasi Karakter Agronomi, Morfologi, dan Kualitas Minyak Atsiri Empat Jenis Melati (Jasminum sp. L).Damayanti, R., Siregar, L. A. M., & Hanafiah, D. S. (2018). Karakter Morfologis dan Hubungan Kekerabatan Beberapa Genotipe Kelapa (Cocos nucifera L.) di Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan: Morphological Characteristics and Phylogenetic Relationship of Several Genotypes of Coconut (Cocos nucifera L.) in Silau Laut District Asahan Regency. Jurnal Online Agroteknologi, 6(4), 874-884.
Indrawanto, C., Purwono, Siswanto, M. Syakir, dan W. Rumini. (2010). Budidaya dan Pasca Panen Tebu.Jakarta: ESKA Media.
Puspita, A. P. (2019). Galeri Bunga Cempaka di Kota Semarang. e-Dimensi Arsitektur Petra, 7(1), 529-536.
Sarjani, T. M., Mawardi, M., Pandia, E. S., & Wulandari, D. (2017). Identifikasi morfologi dan anatomi tipe stomata famili Piperaceae di kota Langsa. Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 1 (2) : 182-191.
Published
2024-03-22
How to Cite
HALWA, Aulia et al. Jenis Tanaman Pada Adat Mandi 7 Bulan Masyarakat Suku Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 17-21, mar. 2024. ISSN 2714-8564. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/11485>. Date accessed: 15 july 2024. doi: https://doi.org/10.20884/1.bioe.2024.6.1.11485.
Section
Articles