Informasi Covid-19 dan Kecemasan Sosial

Informasi Covid-19 dan Kecemasan Sosial

  • zefa alinda fitria mrs

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal bulan Januari 2020 ini menyebabkan perubahan yang terjadi di segala bidang kehidupan. Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang pernafasan dan dapat mengakibatkan penderitanya meninggal dunia.  Sehingga setiap orang diwajibkan dengan protokoler yang berlaku untuk pencegaham. Protokoler ini dilakukan sejak awal Maret lalu dengan lockdown atau yang familiar disebut dengan #dirumahaja. Hingga saat ini protokoler masih berjalan dengan social distancing, memakai masker, membiasakan diri dengan mencuci tangan, selalu menjaga kebersihan diri, dan membatasi interaksi dengan orang lain. Hal-hal semacam itu membuat seluruh kegiatan dan masyarakat berubah. Terlebih dengan adanya informasi yang tersebar melalui media online / internet.


Dalam hal ini, media online digunakan sebagai fasilitas untuk mendapatkan informasi mengenai penyebaran dan segala hal yang berhubungan dengan Covid-19. Informasi Covid-19 tersebar melalui website, sosial media (instagram, facebook, dan twitter), juga grup pada pesan pribadi whatsapp. Informasi tersebut berasal dari sumber yang sangat beragam sehingga tidak dapat diketahui kredibilitas dan akurasinya. Informasi mengenai Covid-19 terdiri dari pesan-pesan yang berisi soal menakutkannya virus ini, cara penyebarannya, pencegahan, maupun dampak yang ditimbulkan. Hal ini pada akhirnya menimbulkan pengguna yang mengakses pesan tersebut mengalami kecemasan dan ketidakpastian dalam menerima pesan. Pengguna media sosial yang membaca informasi Covid-19 secara tidak langsung akan memroses informasi sehingga akan mempengaruhi cara berpikir bahkan tindakannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengalaman subjektif individu dalam memahami informasi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berpijak pada studi interpretif dan tradisi fenomenologi dengan menggunakan Elaboration Likehood Theory untuk menjelaskan proses individu dalam memroses informasi. Selain itu, juga menggunakan Anxiety-Uncertainty Management Theory untuk mengetahui kecemasan dan ketidakpastian individu dalam merespon media sosial juga dan juga perubahan lingkungan.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam respon individu dalam memroses informasi Covid-19. Individu dengan latar belakang sosial dan pendidikan tinggi cenderung menggunakan sumber internet yang bervariasi seperti website, instagram, dan twitter untuk membandingkan dan tidak serta merta percaya pada satu sumber. Individu dengan latar belakang pendidikan seperti Sarjana dan bekerja pada sebuah institusi perusahaan tidak mengalami kecemasan dalam menerima informasi yang berdampak buruk pada sikap mental. Sementara individu yang tidak bekerja dan berasal dari latar belakang sosial menengah kebawah cenderung mudah mempercayai informasi Covid-19 sehingga berpengaruh pada sikap mental dan ketakutan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


 

Published
2021-05-19
How to Cite
FITRIA, zefa alinda. Informasi Covid-19 dan Kecemasan Sosial. Widya Komunika, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 66-78, may 2021. ISSN 2686-1968. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/wk/article/view/3685>. Date accessed: 16 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.20884/1.wk.2021.11.1.3685.